Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Program Seismometer di Sekolah Ajarkan Tentang Gempa Bumi

0

PALU EKSPRES, PALU – Pemerintah Selandia Baru melalui GNS Science memberikan bantuan alat pengukur getaran gempa bumi (Seismometer), kepada tiga sekolah di Provinsi Sulteng, yakni SMA Negeri Model Terpadu Madani Palu, Madrasah Aliyah Negeri 1 (MAN 1) Kota Palu, dan SMA Negeri 1 Banawa Kabupaten Donggala. Pemberian bantuan tersebut, merupakan kerja sama antara GNS Science New Zealand dengan Universitas Gadjah Mada, dalam program Sesimometer di Sekolah (Seismometer in School).

Alat pengukur getaran bernama Raspberry yang diimpor dari Panama tersebut, turut digunakan di ratusan stasiun pengamatan di seluruh dunia. Pemberian bantuan serta pemasangan alat tersebut, diawali di SMAN Model Terpadu Madani Palu, Selasa 6 Maret 2018.

Selain di tiga sekolah di Palu dan Donggala, alat tersebut juga akan diberikan dan dipasang di Universitas Tadulako (Untad), dan salah satu sekolah di Kabupaten Morowali.

Senior Scientist dari Disaster Risk Management, GNS Science New Zealand, Michele Daly menjelaskan, dengan adanya alat tersebut dipasang di laboratorium sekolah, para siswa sebagai generasi masa depan dapat mempelajari lebih jauh tentang aktivitas seismik di Sulteng, khususnya di Kota Palu yang terkenal dengan sesar aktif Palu Koro, yang memiliki potensi gempa bumi yang besar.

“Mereka dapat mempelajari tentang penyebab gempa bumi, penyebab tsunami, dan memahami bagaimana persiapan dalam merespon hal-hal tersebut. Alat ini dapat membantu mereka untuk memahami lebih tentang gempa bumi, dan apa saja yang dapat dilakukan berkaitan dengannya,” jelas Michele.

Michele menambahkan, alat edukasi tersebut juga dapat dipelajari bersama dengan beberapa sekolah lainnya, sehngga para siswa dapat saling berdiskusi terkait gempa bumi. Selain itu, dengan digunakannya alat yang serupa di beberapa negara lainnya, para siswa dapat membentuk komunitas online dan saling berinteraksi satu sama lainnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa tujuan utama program dari pemerintah Selandia Baru tersebut, adalah untuk mengurangi risiko bencana di Provinsi Sulteng, khususnya di Kota Palu, Donggala dan Morowali, dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat menjadi lebih baik tentang gempa bumi, khususnya yang berkaitan dengan sesar Palu Koro dan efek guncangannya ke depan.

“Diharapkan, nantinya ada kolaborasi yang baik, antara sains dan ilmu sosial, terkait dengan pengetahuan tentang bencana,” tandasnya.

(abr/Palu Ekspres)

Leave A Reply

Your email address will not be published.