Penyiraman Air Keras Novel Baswedan Berkaitan dengan Korupsi E-KTP? – Palu Ekspres
Nasional

Penyiraman Air Keras Novel Baswedan Berkaitan dengan Korupsi E-KTP?

Novel Baswedan. Foto google image

PALU EKSPRES, JAKARTA – Bukan hanya kali ini penyidik senior Komisi Pemberantasna Korupsi (KPK) Novel Baswedan mendapat teror. Sebelumnya sudah banyak teror, mulai dari ancaman pembunuhan hingga penembakan. Namun ini sudah keterlaluan, sebab sudah mencederai secara fisik.

Keberadaan Novel di KPK memang mempunyai pengaruh besar, terutama pada kasus-kasus yang melibatkan para elit.

Seperti diketahui, sidang kedelapan kasus korupsi e-KTP baru saja digelar di PN Tipikor, Jakarta, Senin (10/4) kemarin. Dalam sidang yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu, jaksa KPK menggali proses pengadaan proyek e-KTP dengan total anggaran Rp 5,9 triliiun.

Sebagai penyidik senior, sepupu Anies Baswedan ini punya andil besar dalam kasus korupsi e-ktp. Dialah yang memeriksa anggota DPR dari Fraksi Hanura Miryam S Miryani. Dalam persidangan, Miryam mengaku diancam penyidik KPK saat diperiksa untuk memberikan keterangan terkait e-KTP sehingga menandatangani BAP.

Namun pengakuan Miryam itu dibantah oleh Novel. Bahkan dia mengungkapkan adanya tekanan terhadap Miryam dari sejumlah anggota DPR.

“Beliau disuruh oleh pihak yang dikatakan adalah anggota Komisi III DPR untuk tidak mengakui fakta menerima dan membagi-bagi uang. Yang bersangkutan dikatakan kalau sampai mengaku, nanti dijebloskan,” ujar Novel Baswedan di hadapan Majelis Hakim, Kamis 30 Maret 2017.

Novel mengatakan, sempat meminta agar mantan anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani mengembalikan uang yang diterima dari pengadaan e-KTP, yang berujung korupsi e-KTP. Permintaan itu disampaikan kepada Miryam lantaran politikus Partai Hanura itu sempat mengakui menerima uang.

“Saya beritahu terkait uang yang diterima, untuk semakin memperjelas sikap kooperatif dan kewajiban sebaiknya dikembalikan,” ujar Novel saat bersaksi dalam persidangan perkara korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (30/3) lalu.

Permintaan tersebut Novel sampaikan pada saat pemeriksaan terakhir Miryam, (24/1). Menurut Novel, saat itu Miryam enggan mengembalikan karena mendapat ancaman dari rekan-rekannya sesama anggota DPR.

“Yang bersangkutan (Miryam) bilang ‘kalau dikembalikan habis saya sama kawan-kawan saya di DPR’,” kata Novel menirukan pernyataan Miryam.

Novel Baswedan mengatakan, ada enam orang yang diduga menekan Miryam S Haryani agar tidak mengakui fakta menerima uang proyek e-KTP. “Ada enam, pertama Bambang Soesatyo, Aziz Syamsudin, Desmond J Mahesa, Masinton Pasaribu, Syarifudin Suding. Satu lagi saya lupa namanya,” kata Novel.

Nah, usai terungkapnya serangkaian fakta di pengadilan tersebut, Selasa pagi (11/4) Novel disiram air keras usai menunaikan salat subuh di depan Masjid Al-Ikhsan, Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pelakunya dua orang menggunakan satu motor.

Polisi, kini tengah mengidentifikasi pelaku, motor, dan air raksa melalui olah TKP dan saksi mata.

(MS/Palu Ekspres)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!