Orang yang Takwa Adalah Orang yang Cerdas – Palu Ekspres
Agama

Orang yang Takwa Adalah Orang yang Cerdas

Oleh: Drs. H. Abdullah Latopada, M.Pd.I
(Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulteng)

TUJUAN utama puasa sebagaimana tercantum dalam Alquran, ialah untuk menjadikan kita orang-orang yang bertakwa. Secara sederhana, orang yang bertakwa dapat diartikan sebagai orang yang telah mampu, menjalankan seluruh perintah Allah SWT, lalu menjauhi segala larangan Allah SWT.

Melalui puasa inilah, karakter orang-orang beriman akan dibentuk, digodok menjadi karakter yang baik, salah satunya melalui jalan melatih hawa nafsu. Karena takwa juga merupakan tentang hati, yakni bagaimana kita menjaga dan mengatur emosi kita, dari hal yang negatif menjadi positif, atau yang bisa kita istilahkan dari sifat setan menjadi sifat malaikat.

Itulah tujuan akhir puasa, yakni menjadikan orang-orang bertakwa, membentuk pribadi-pribadi yang dewasa dan cerdas, karena orang yang cerdas lah yang mampu membawa dirinya menjauhi segala larangan Allah SWT.
Ketika seseorang tidak mampu memenuhi hal tersebut (menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan Allah SWT), maka ia  tidak termasuk orang yang cerdas, dan digolongkan pada orang-orang yang gagal melalui ujian puasa.

Kecerdasan orang yang bertakwa, meliputi kecerdasan intelektual, kecerdasan sosial dan kecerdasan spiritual, yang hal ini akan terwujud dan lahir, salah satunya melalui ujian puasa di bulan Ramadan ini. Sehingga, bulan Ramadan memiliki peran yang sangat penting, sebagai bulan penggodokan orang-orang beriman, untuk mencapai derajat takwa. Selain sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya, di mana disediakan pahala yang berlimpah ruah, sebagai balasan atas segala amal ibadah dan kebaikan di bulan Ramadan.

Kemudian yang perlu kita ingat, bahwa inti dari ketakwaan seorang hamba, justru harus mampu dibuktikan dan diperlihatkan, di sebelas bulan di luar Ramadan. Hal ini menjadi ukuran, sejauh mana tingkat keberhasilan penggodokan diri, yang kita lalui di bulan Ramadan. Apakah kita berhasil menjadi orang yang bertakwa, ataukah hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga. Wallahu A’lam.

(*/abr/Palu Ekspres)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!