IndiHome Kurangi Kesenjangan Akses Informasi – Palu Ekspres
Ekonomi

IndiHome Kurangi Kesenjangan Akses Informasi

GM Telkom Witel Sulteng M. Jusran Holle memberikan sambutan selamat datang pada Customer & Community Cathering 2017 yang dilaksanakan oleh Indihome Telkom Sulteng di salah satu Cafe di Kota Palu, akhir pekan kemarin. FOTO: Abidin Husain

PALU EKSPRES, PALU – Kehadiran IndiHome Telkom dengan menggunakan teknologi fiber optik, merupakan salah satu upaya PT. Telkom mengurangi kesenjangan akses informasi di seluruh pelosok negeri, termasuk wilayah Provinsi Sulteng.

General Manager (GM) Telkom Witel Sulteng M Jusran Holle di sela-sela kegiatan Customer & Community Cathering 2017 di salah satu Cafe di Kota Palu, akhir pekan kemarin, mengatakan, secara geografis wilayah Sulteng cukup luas dan tidak semua masyarakatnya berada di perkotaan, namun itu menjadi tugas PT Telkom untuk bisa mencover seluruh wilayah di provinsi ini sesuai mottonya membangun negeri.

Menurutnya, pembangunan jaringan fiber optik yang sudah membentang dari Luwuk, Kabupaten Banggai menuju Kabupaten Poso melalui jalur tengah wilayah Sulteng, sudah terkoneksi hingga ke Palu, ibukota provinsi ini.

Bahkan, jaringan IndiHome Telkom sudah terhubung dari Kota Palu ke Manado, ibukota Provinsi Sulawesi Utara, termasuk ke Makassar, Sulawesi9 Selatan. “Ibaratnya, pipa induk sudah terbangun, tinggal  jaringan pipa tersiernya yang kini mau dibangun,” ujar Jusran.

Menyinggung  mengenai akses layanan informasi untuk masyarakat pedesaan, Jusran menegaskan bahwa layanan PT Telkom juga sudah menjangkau daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil) melalui layanan IndiHome Sky menggunakan satelit.

Terlebih lagi dengan keberadaan Satelit Telkom 3S yang belum lama ini diresmikan pengoperasiannya pada Senin 17 April 2017, setelah sebelumnya sukses meluncur di Kourou, Guiana, Prancis pada 15 Februari 2017.

“Telkom sekarang melayani IndiHome SKY karena Telkom sekarang punya satelit 3S. Telkom kan punya 12 satelit dan termasuk yang terakhir adalah satelit 3S, dan ini yang melayani wilayah-wilayah terluar, terpencil. Yang penting ada langit begitu,” ujar Jusran.

PT Telkom tambahnya juga mempunyai layanan dengan menggunakan teknologi radio. Layanan tersebut, misalnya diperuntukkan di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan dan Banggai Laut.

Namun secara umum, sebagian besar pelanggan IndiHome di Sulteng masih menggunakan teknologi  fiber optik. “Kami targetkan  minimal 1000 pelanggan dalam sebulan atau 15 ribu pelanggan dalam setahun,” ujarnya.

Sementara itu, Senior Manager (GM) PT. Telkom wilayah Indonesia Timur,  M Yusuf menjelaskan dukungan akses informasi yang bisa menjangkau hingga ke pelosok negeri,  menyusul keberhasilan PT Telkom mengoperasikan Satelit Telkom 3S. Sehingga, PT Telkom bisa semakin berperan aktif dalam menopang kemajuan industri nasional, mendukung konektivitas bangsa Indonesia, dan mempermudah komunikasi di seluruh pelosok negeri.

Dia mengatakan, Telkom secara penuh telah mengelola Satelit Telkom 3S terhitung sejak tanggal 6 April 2017, yang sebelumnya masih dikelola oleh perusahaan pembuat satelit Thales Alenia Space (TAS). Selain itu, Telkom 3S juga telah berhasil melewati proses pembebanan transponder tanpa gangguan di pelanggan.

Perjalanan Satelit Telkom 3S dari peluncuran hingga berbagai prosedur pengujian sukses dilalui sesuai rencana. Dua minggu setelah meluncur, Telkom 3S menjalankan uji transponder C-Band di orbit transit 135.5° Bujur Timur (BT).

Pengetesan tersebut berjalan lancar tanpa degradasi. Setelah itu, proses drifting dari orbit transit menuju orbit 118° BT juga dilaksanakan sesuai jadwal tanpa anomali. Hingga awal April 2017, Telkom 3S juga berhasil melalui pengetesan transponder Extended C-Band dan Ku-Band secara normal juga tanpa degradasi.

Telkom 3S memiliki kapasitas total 42 transponder atau setara 49 Transponder Equivalent (TPE) yang terdiri atas 24 transponder C-Band (24 TPE), 8 transponder extended C-Band (12 TPE), dan 10 transponder Ku-band (13 TPE), dengan jangkauan seluruh wilayah Indonesia, Asia Tenggara, serta sebagian wilayah Asia Timur.

“Selain untuk mengurangi ketergantungan kepada satelit asing, Satelit Telkom 3S dimaksudkan untuk mengurangi kesenjangan akses informasi di seluruh pelosok negeri, khususnya di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil),” ujarnya.

Seluruh infrastruktur telekomunikasi yang telah dibangun oleh Telkom katanya, di antaranya kabel laut fiber optic, jaringan terestrial, ditunjang dengan sistem komunikasi satelit. Ini diharapkan  dapat memperkuat kemajuan ekonomi digital nasional serta mendukung pemerintah dalam membangun masyarakat digital Indonesia.

(fit/Palu Ekspres)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!