Gegara Harga Cabai Anjlok, Masih Muda Sudah Dipanen – Palu Ekspres
Ekonomi

Gegara Harga Cabai Anjlok, Masih Muda Sudah Dipanen

PALU EKSPRES, PONOROGO – Harga cabai anjlok sejak beberapa pekan terakhir. Para petani bumbu pedas di Ponorogo, Jatim, pun galau. Mereka pun mulai berfikir untuk banting setir ke tanaman lain. Bahkan, mereka memilih panen dini agar bisa segera menanam komoditas lain.

Asih, salah satu petani cabai di wilayah Condong, Ngrandu, Kauman, Ponorogo, sengaja memanen semua cabainya lebih awal.

Dia berencana, akan segera mencabuti dan menggantinya dengan tanaman lain. ‘’Rencananya mau ditanami melon,’’ katanya, saat ditemui di sela aktivitas panen cabai merah besar, Jumat (2/6).

Menurut Asih, untuk saat ini, menanam cabai lebih banyak ruginya. Sebab, harganya diperkirakan akan terus menurun. Meski hasil panenan kali ini lebih banyak dibanding sebelumnya.

Sayangnya, justru mengakibatkan harga cabai anjlok. ‘’Kalau diteruskan juga tidak akan untung,’’ ungkapnya.

Dari dua petak tanaman cabai merah miliknya, sebenarnya masih dalam usia produktif hingga sekitar satu bulan ke depan.

Selain cabai merah, dia juga menanam komoditas lain. Yakni tomat, melon dan semangka. ‘’Cabainya mau dipanen semua, biar bisa segera dicabut dan diganti tanaman lain,’’ paparnya.

Pantauan di Pasar Songgolangit, harga cabai memang terus turun. Menurut Shenkly Fauzi, salah seorang pedagang, penurunan harga karena stok melimpah.

Penurunan harga itu tidak hanya cabai rawit merah, tapi juga semua jenis cabai. Rata-rata turun hingga 30 persen lebih dari sebelumnya. ‘’Stoknya banyak, permintaan pasar menurun,’’ jelasnya.

Itu sebenarnya sudah diprediksi para pedagang. Biasanya pada awal Ramadan, harga cabai memang turun. Harga cabai rawit merah yang sebelumnya Rp 40 ribu, kini tinggal sekitar Rp 27 ribu per kilogram.

Cabai merah turun jadi Rp 15 ribu dari Rp 23 ribu dalam waktu tiga hari. ‘’Cabai keriting, cabai rawit ijo juga ikut turun,’’ tambahnya.

Harga bawang putih juga mulai turun. Sebelumnya Rp 44 ribu perkilogram kini turun jadi Rp 37 ribu. Bawang merah relatif stabil di kisaran Rp 20 ribu per kilogram.

Kendati begitu, Fauzi memprediksi akan merangkak naik lagi menjelang lebaran. Bahkan kenaikannya bisa mencapai 50 persen lebih.

‘’Trennya selalu begitu. Sebab banyak permintaan sementara stok mulai berkurang,’’ paparnya.

Namun, dia tidak berani memastikan. Sebab, fluktuasi harga tidak ada kaitannya dengan tren atau tradisi. Melainkan lebih karena ketersediaan dan permintaan.

Kalau stok menjelang lebaran aman, dipastikan harga tidak akan naik. ‘’Kalau harga dari pemasok tidak naik, dari kami pun juga tidak akan naik,’’ ungkapnya, seperti diberitakan Radar Madiun (Jawa Pos Group).

Sedangkan harga tomat saat ini malah naik. Beberapa waktu lalu hanya sekitar Rp 1.500, kini Rp 7.000 per kilogram. Atau naik lebih dari dua kali lipat dibanding tiga hari yang lalu yang masih di kisaran Rp 3.000 perkilogram.

Menurut Fauzi, kenaikan harga tomat dipicu stok yang semakin menipis. ‘’Memang agak susah dapat tomat sekarang,’’ sebutnya.

(tif/sat)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!