Deklarasi Mahasiswa Melawan Radikalisme, Tidak Ditujukan pada Agama Tertentu – Palu Ekspres
Daerah

Deklarasi Mahasiswa Melawan Radikalisme, Tidak Ditujukan pada Agama Tertentu

FOTO BERSAMA - Sekdaprov Sulteng, Hidayat Lamakarate, Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo Said, Rektor Untad, M Basir Chiyo dan Rektor IAIN Palu, Zainal Abidin serta Wakapolda Sulteng dalam aksi kebangsaan memperingati hari sumpah pemuda, Sabtu 28 Oktober 2017 di lapangan Kampus Untad Palu. foto hamdi anwar/pe

PALU EKSPRES, PALU – Naskah sumpah pemuda menggema di lapangan Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sabtu 28 Oktober 2018. 89 tahun berlalu, sekira 30an ribu mahasiswa dari 14 perguruan tinggi se Sulteng kembali bersepakat mengumandangkan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Naskah sumpah pemuda yang dibacakan sedikitnya 14 perwakilan mahasiswa dari perguruan tinggi di Sulteng itu terangkai dalam kuliah akbar aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme.

Aksi kebangsaan yang digelar bersama di Untad merupakan tindak lanjut dari pertemuan pimpinan perguruan tinggi se Indonesia, di Nusa Dua Bali, 25-26 September 2017 silam. Pertemuan pimpinan 3ribu perguruan tinggi itu menghasilkan dua poin penting. Yaitu deklarasi melawan radikalisme yang disampaikan langsung dihadapan Presiden RI, Joko Widodo serta tindaklanjut pimpinan untuk menggelar aksi serupa tepat di momen peringatan sumpah pemuda, 28 Oktober di masing-masing daerah.

Lima point deklarasi yang dikumandangkan antara lain, satu ideologi yakni ideologi pancasila, satu konstitusi yaitu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, satu negara yaitu NKRI, satu semboyan bhineka tunggal ika dan satu tekad melawan radikalisme dan intoleransi.

Aksi kebangsaan itu diawali pembacaan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakan Rektor Untad, M Basir Cyio. Selanjutnya pembacaan deklarasi perguruan tinggi melawan radikalisme dan intoleransi oleh perwakilan mahasiswa.

Kemudian dilanjutkan orasi kebangsaan yang dibawakan masing-masing Rektor Unisa Palu, Hamdan Rampadio dan Wakil Rektor IAIN, Muhtadin Dg Mustafa. Wakapolda Sulteng, kombespol M Aris Purnomo juga berorasi dalam kesempatan itu.

Warek IAIN Palu, Muhtadin dalam orasinya menyebut aksi kebangsaan melawan radikalisme dan Intoleransi tidak ditujukan pada agama tertentu. Bukan pula kepada golongan atau kelompok tertentu. Aksi itu menurutnya adalah perlawanan perguruan tinggi terhadap semua aksi radikalisme yang ingin mengganggu keutuhan NKRI. Sedangkan Wakapolda Sulteng, Kombes Pol. M Aris Purnomo dalam orasinya menyatakan bangga bisa bertugas di Sulteng.

Menurutnya, Sulteng adalah daerah aman dan tidak seperti kabar-kabar miring yang pernah ia dengar sebelum bertugas. Dia menekankan mayarakat tidak mudah terpancing propokasi yang mengarah pada permusuhan yang memecah belah persatuan bangsa. Sekdaprov Sulteng, Hidayat Lamakarate yang mewakili gubernur dalam aksi itu menyatakan, Sulteng adalah bagian bangsa yang menyatakan sikap mendukung NKRI dan Pancasila serta menolak radikalisme dan intoleransi.

Menurutnya, momen sumpah pemuda tahun 2017 adalah momentum yang spesial dengan digelarnya aksi kebangsaan tersebut. “Kita membantah jika Sulteng disebut-sebut pusat radikalisme. Aksi kebangsaan yang dihadiri 30ribu mahasiswa ini membuktikan itu,”tegasnya.
Bukan hanya itu, dalam merebut kemerdekaan, Sulteng pun sebutnya ikut berjuang untuk mendukung kemerdekaan. Aksi kebangsaan ini makin semarak dengan kehadiran Wakil walikota Palu, Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu. Pasha yang tampil eksentrik dengan menguncir rambutnya, mengaku sengaja hadir bukan sebagai wakil walikota, melainkan sebagai mahasiswa non reguler program paska sarjana fakultas hukum Untad Palu.

(mdi/Palu Ekspres)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!