Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

FTP Satukan Seni Lintas Etnis

143

HAMDI ANWAR/PE.
REOG PONOROGO. Panitia FTP juga turut menampilkan kesenian dari daerah lain seperti Reog Ponorogo dalam opening ceremony, yang dibawakan sejumlah Paguyuban di Palu Sulawesi Tengah.

PALU,PE-Semarak penyelenggaraan Festipal Teluk Palu (FTP) ke 7 tahun 2015 tidak hanya diisi dengan pertunjukan seni budaya Teluk Palu. Pantia dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) juga turut memamerkan sejumlah kesenian dari daerah lain dari masing-masing paguyuban.

Itu terlihat dalam prosesi pembukaan FTP  Sabtu 26 September 2015 yang dipusatkan di Lapangan Abadi Kelurahan Talise. Sejumlah pertunjukan seni daerah lain juga turut menjadi tontonan menarik masyarakat. Diantaranya, Reog Ponorogo Jawa Timur, Barong Sai Tionghoa, tari Barong Bali, Kuda Lumping Jawa.
Bahkan dalam satu pertunjukan, terdapat tari kontemporer perpaduan seni Teluk Palu dan Tionghoa yang dibawakan pula oleh pemuda-pemudi dua etnis. Tarian itu adalah tarian barongsai yang dipadukan dengan tarian lokal Palu.

Pertunjukan kesenian lintas daerah itu sengaja ditampilkan untuk mempertegas bahwa Kota Palu kini adalah milik semua orang dan semua etnis yang mendiaminya.
Sebagaimana ditegaskan Wakil Walikota Palu Mulhanan Tombolotutu dalam sambutannya membuka FTP. Dia mengatakan, FTP  bukan hanya sebagai kegiatan ceremoni menyambut HUT Kota Palu atau sarana promosi seni budaya melainkan juga sebagai ajang pemersatu bangsa.

“Di Kota Palu kini banyak etnis yang hidup dan berkembang didalamnya. Melalui FTP kita dapat mempersatukan semua etnis yang hidup dalam kebersamaan,”ujar Tony, sapaan akrabnya.
Sementara itu Kepala Dinas Parekraf Kota Palu Susi Elvira Mastura mengatakan, peyelenggaraan FTP di masa datang diharapkan bisa lebih berkembang dari tahun ini. Sehingga hajatan yang digagas pertama kali oleh Walikota Ruli Lamadjido tersebut bisa menjadi event yang bertaraf nasional.

“Kami berharap, FTP kemudian dapat mendorong kesadaran dari semua pihak untuk tetap mejaga dan memelihara tradisi Teluk Palu serta menjadi sarana pemersatu etnis di Kota Palu,”sebutnya.
Kegiatan dalam FTP menurutnya juga bukan hanya untuk memamerkan seni tradisi semata. Sesuai tema yaitu Palu dulu, kini dan akan datang, FTP juga diisi berbagai pertunjukan yang menggambarkan kebudayaan dari setiap jaman.

Contohnya kata dia peragaan kostum Anime. Budaya ini kini telah menjadi budaya dimasa kini yang juga tengah digandrungi remaja di Kota Palu. Rencananya, hari ini Senin 28 September 2015, FTP akan ditutup dengan pemilihan Randa- Kabilasa tahun 2015 yang diikuti 12 pasang finalis serta pertunjukan band yang dipusatkan di Lapangan Abadi Talise.(mdi)

Komentar ditutup