Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Sulteng Tertinggal 10 tahun di Bidang Sertifikasi Mutu

3

PALU EKSPRES, PALU – Memasuki era persaingan global dan masyarakat ekonomi Asean yang sekarang sedang berlangsung, setiap perusahaan dituntut mampu bersaing secara global.

Dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu, perusahaan harus survive menghadapai persaingan. Karena itu, perusahaan diharapkan memiliki standar kualitas berskala nasional bahkan internasional dalam penanganan sistem manajemen perusahaan.

Seminar ini menghadirkan pembicara Jhoni Salim dari Garuda Sertifikasi Indonesia (GSI) sebuah lembaga sertifikasi yang menyediakan jasa sertifikasi sistem manajemen mutu, sistem manajemen lingkungan, serta sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja untuk organisasi di seluruh dunia.

Jhoni Salim mengatakan, di Indonesia khsususnya di Pulau Jawa, sertifikasi ISO sudah mulai berjalan pada 90-an.

“Sedangkan di Palu justru baru dibahas hari ini,” katanya pada seminar sehari tentang Sistem Manajemen ISO untuk Standar Mutu Perusahaan yang dilaksanakan Kadin Donggala, Selasa (18/4).

Sulawesi Tengah ketinggalan 10 tahun lebih dalam hal sertifikasi ISO. Padahal standar ISO sekalipun tidak diatur dalam undang-undang, dia menjadi sangat penting. Pasalnya, negara buyer tidak akan menerima barang ekspor jika mutu tidak memenuhi kualifikasi ISO.

Menurut Jhoni, sekalipun volume ekspor – import di Sulawesi Tengah sizenya tidak sebesar di Pulau Jawa, namun pengusaha di daerah ini tidak mesti mengesampingkan standar ISO.

Ia menyebutkan, trend kedepan dimana setiap produk yang dihasilkan harus memenuhi standar mutu maka, keberadaan ISO menjadi instrumen penting dalam memasuki persaingan yang ketat.

Komentar ditutup