Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Waduh, Markas Teroris Poso Pindah ke Halmahera?

189

 JAKARTA, PE – Isu pemindahan markas para kelompok teroris dari Poso Sulawesi Tengah ke Halmahera, Maluku Utara masih terus didalami oleh Polri. Hal ini diketahui setelah Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap sejumlah teroris di Cilegon, Banten beberapa waktu lalu.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, meski hal itu belum tentu benar, mereka akan tetap mendalaminya.

“Masih kita dalami. Itu hanya penjelasan yang bersangkutan (pelaku) bahwa mereka mempunyai niat perencanaan digali lebih dalam,” ucap dia, Senin (27/3).

Martinus mengungkapkan, sejauh ini wilayah Poso telah dikuasai personel Porli dan TNI. Pascaoperasi Tinombala beberapa waktu lalu, seluruh personel melakukan penjagaan ketat.

“Ruang mereka semakin sempit dan wilayah itu sudah dikuasai sepenuhnya oleh satgas Tinombala,” tegasnya.

Terkait isu pemindahan kamp Halmahera, Martinus menduga hal itu merupakan bagian dari kamuflase para teroris. “Bisa jadi ini menyembunyikan wilayah sebenarnya,” sambung dia.

Sebelumnya sebanyak tujuh teroris terus diperiksa oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. Mereka semua adalah kelompok teror di bawah komando SM alias AR (45) yang ditangkap Kamis (23/3) kemarin di Bekasi, Jawa Barat.

Martinus menerangkan, salah satu tujuan kelompok ini membuat pelatihan militer di Halmahera, Maluku Utara. Padahal diketahui sejauh ini fokus kelompok teroris Indonesia berpusat di Poso, Sulawesi Tengah.

“Kelompok ini akan membuat lokasi pelatihan di wilayah Halmahera. Beberapa dari kelompok ini (sudah) melakukan pelatihan di Filipina,” kata Martinus di Divhumas Polri, Kebayoran Lama, Jakarta Selata, Jumat (24/3).

Lanjut dia menuturkan, kelompok ini memiliki koneksi dengan kelompok teroris Filipina. “Mereka berlatih, beli senjata, bertukar informasi. Ini bagian dari koneksi mereka dengan kelompok teror,” sambung dia.

Terkait pemilihan Halmahera sebagai lokasi latihan militer, hal ini akan didalami oleh tim Densus. Menurut Martinus, sekarang akan dicek apakah tempat pelatihan sudah atau hanya sebatas rencana.

“Akan didalami kenapa merencanakan melakukan camp pelatihan di Halmahera. Apakah sudah ada atau belum, belum diketahui. Mereka ingin pindahkan kamp di Poso ke Halmahera,” pungkasnya.

(Fajar/JPG/PE)

Komentar ditutup

%d blogger menyukai ini: