Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Jahat Banget, Manda Dibunuh Suaminya dalam Keadaan Mengandung?

66

PALU, PE – Aksi pembunuhan yang dilakukan Yohanes terhadap isterinya, Maria Sandipu, sungguh keterlaluan. Ia menghabisi nyawa isterinya dengan tangannya sendiri di rumah kontrakan mereka, di Lorong karoya 4 Jalan Tanjung Manimbaya Kota Palu.

Menurut Yohana Handayani, isteri dari kakak kandung Manda, almarhuma sempat menceritakan kalau dirinya merasa ‘telat’ dan mengalami sakit perut, dua hari sebelum kejadian.

“Waktu itu kita sedang baring-baring sambil nonton televisi. Dia bilang kalau perutnya sakit, tapi telat datang bulannya. Saya bilang periksa ke dokter saja,” jelas Handayani kepada Palu Ekspres, Minggu (19/3).

Meski demikian kata Handayani, almarhuma tidak segera melakukan pemeriksaan. “Dia bilang nanti saja kalau cukup uang. Dikumpul-kumpul dulu,” tambahnya.

Memang kata dia, saat itu ungkapan Manda tak terlalu digubris, hanya dianggap sebagai ungkapan biasa saja. m Sayangnya, belum sempat menunaikan niatnya untuk periksa ke dokter, Manda sudah lebih dulu dipanggil Tuhan.

Di mata Handayani, Manda termasuk sosok yang tidak terlalu terbuka dengannya, kecuali kepada suaminya. Manda sering curhat dengan kakaknya, Lodisikus Sukurio soal perihal keluarganya.

Lodisikus Sukurio, atau yang akrab disapa pak Syukur mengaku sering mendengar keluhan adiknya. Biasanya terkait perilaku si pelaku yang gemar mengkonsumsi narkoba.

“Biasa dia mengeluh uang hilang. Pas ditanya, suaminya tidak mengaku. Katanya dia pake beli narkoba,” kata Syukur.

Manda, seperti juga perempuan lainnya, termasuk paling menjaga kerahasiaan keluarganya. Ia selalu menyimpan rahasia keluarga kecilnya, kecuali urusan yang dia sendiri menentang.

Sementara suaminya, Yohanes, di mata kakak almarhum termasuk pria yang sopan. Ia tak menunjukkan gelagat kasar di hadapan keluarga. Cuman kata Syukur, kelihatan bahwa pelaku seorang yang tempramen.

“Kalau di depan saya dia baik-baik saja. Tapi bisa ditebak dari perawakannya, kayanya dia tempramen,” ungkap Syukur.

Saat dikonfirmasi, Syukur dan isterinya sedang berada di rumah duka, menerima para pelayat dari kalangan pemerintah setempat. Gubernur Sulteng Longki Djanggola dijadwalkan akan melayat.

Mengenai rencana jenazah almarhuma akan diterbangkan ke Flores Nusa Tenggara Timur, Syukur mengaku belum mendapatkan kejelasan mengenai jadwal penerbangan.

“Semuanya teman-teman AJI yang urus. Mungkin besok pagi kalau tidak ada halangan,” tambahnya.

(MS/Palu Ekspres)

Komentar ditutup