Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Siapa Dirut Pertamina Baru? Tunggu Pengumumannya Hari Ini

152

JAKARTA, PE – Teka-teki pengganti Dwi Soetjipto sebagai direktur utama Pertamina akan terjawab Kamis (16/3) hari ini.

Pertamina akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) yang salah satu agendanya adalah pengumuman dirut baru.

Berdasar informasi yang dihimpun, ada tiga sosok yang disebut akan menduduki posisi puncak di perusahaan minyak pelat merah tersebut.

Yakni, Dirut PTPN (Holding) Elia Massa Manik, Dirut Krakatau Steel Sukandar, dan staf khusus menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin. Di antara ketiga nama yang beredar, Elia paling santer diberitakan sebagai calon kuat dirut baru Pertamina. Elia mengawali karier di PT Indofood Sukses Makmur (INDF).

Setelah itu, dia bergabung dengan Suez Group hingga 2001. Elia kemudian bergabung dengan PT Kiani Kertas dan belakangan dengan PT Jababeka.

Anak kedua dari empat bersaudara itu juga pernah menjadi chief executive officer PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia sebelum memimpin PT Elnusa sebagai presiden direktur. Setelah bekerja di Elnusa, Elia memimpin perusahaan induk holding BUMN perkebunan, yaitu PTPN III.

Lulusan S-1 ITB dan mendapatkan MBM dari Asian Institute of Management Filipina itu menjabat dirut PTPN (holding) sejak April 2016.

Di perusahaan tersebut, dia melakukan restrukturisasi dengan memangkas jumlah direksi PTPN menjadi maksimal tiga orang.

Sebelum bekerja di PTPN, Elia menjadi presiden direktur PT Elnusa sejak Juli 2011 hingga 2014.

Elia dianggap sukses membawa Elnusa kembali menjadi perusahaan yang sehat setelah kasus pembobolan dana perusahaan di Bank Mega.

Ketika dicalonkan memimpin perusahaan BUMN tersebut, dia langsung menerapkan prinsip kerjanya untuk tidak dicampuri politik maupun konflik kepentingan.

Berkat refinancing dan perbaikan sumber daya manusia, Elia mampu memperbaiki kondisi keuangan Elnusa yang sempat memiliki operating cash flow negatif Rp 200 miliar.

Hingga berita ini ditulis, belum ada komentar apa pun dari Elia maupun Sukandar. Sementara itu, Budi dengan tegas menyatakan bahwa bukan dirinya sosok yang bakal memimpin Pertamina.

’’Itu rumor yang beredar saja. Enggak, lah,’’ ujar mantan dirut Bank Mandiri tersebut.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno enggan menanggapi siapa sosok yang bakal memimpin Pertamina.

’’No comment. Saya tidak mau berkomentar,’’ kata Rini.

Meski menolak mengonfirmasi nama-nama calon dirut yang beredar, Rini menegaskan bahwa target pemerintah adalah menjadikan Pertamina sebagai perusahaan minyak dan gas terbaik ketiga di dunia dalam lima tahun mendatang.

’’Harus ada kerja keras bersama dari semua pihak di Pertamina dan tentu di seluruh BUMN,’’ tuturnya.

Sementara itu, pengamat energi Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menilai latar belakang calon dirut Pertamina yang berasal dari eksternal tidak menjadi persoalan.

’’Eksternal atau internal sama saja. Semua ada plus minusnya. Secara umum, tidak ada masalah,’’ ucapnya.

Sosok yang akan memimpin Pertamina harus memiliki integritas, kapabilitas, dan kapasitas yang mumpuni. Sebab, Dirut Pertamina haruslah paham dengan kebutuhan dan target-target Pertamina pada masa mendatang.

Namun, jika figur dirut berasal dari internal Pertamina, Komaidi menilai ada sisi positifnya. Yakni, mengenal bisnis dan personel Pertamina.

’’Kalau sosok Pak Elia yang sebelumnya lama di perusahaan-perusahaan BUMN, tampaknya ada nilai positifnya. Sebab, dia sudah tahu kultur sebuah BUMN,’’ jelasnya.

Istana juga masih menutup rapat siapa yang diinginkan presiden menjadi Dirut Pertamina.

Johan Budi, juru bicara presiden, mengakui bahwa Presiden Jokowi telah mendapatkan banyak masukan tentang siapa yang layak menjadi dirut baru Pertamina. Presiden juga sudah mengeluarkan perintah untuk melacak latar belakang semua nama yang diajukan.

’’Sebelum memilih, presiden punya banyak telinga,’’ terang Johan.

(dee/byu/c14/noe/PE)

Komentar ditutup