oleh

Hidayat Bakal Segel Toko Pemilik Usaha Kalau….

PALU, PE – Wali Kota Palu Hidayat melontarkan pernyataan keras untuk mendukung upaya kebersihan kota. Pernyataan yang ditujukan khusus bagi pemilik rumah toko (Ruko) maupun tempat-tempat usaha lainnya.

Dalam deklarasi gerakan gali gasa (3G), Sabtu 11 Maret di Pantai Anjungan Talise,  di hadapan massa aksi 3G, Hidayat lantang mengancam akan menyegel ruko-ruko yang tidak ambil peduli dengan kebersihan halamannya.

“Kita akan segel tokonya jika mengindahkan kebersihan halaman,” tegas Hidayat.  Ia mengaku siap dengan segala konsekuensi yang bisa saja timbul dari penyegelan itu. Termasuk jika ada pemilik yang keberatan lantas melakukan upaya hukum.

“Kalau ada yang mau ke Tata Usaha Negara (TUN) kami persilakan. Jika menang, kami ikuti putusannya. Setelah itu, kalau masih saja tidak bersih, ya kita segel ulang,” tuturnya.

Karena itu Hidayat berharap partisipasi seluruh lapisan masyarakat dalam untuk mewujudkan kebersihan kota. Pemerintah menurutnya tidak akan mampu bekerja sendiri untuk hal itu.
“Pemerintah sebenarnya hanya bertugas mengangkut. Namun untuk menciptakan kebersihan harus datang dari kesadaran diri masyarakat,”ujarnya.

Pihaknya tandas Hidayat, akan terus mengampanyekan masyarakat tentang peduli kebersihan. Deklarasi 3G menurutnya adalah moment bagi seluruh komunitas peduli kebersihan dan masyarakat mengikrarkan diri dalam upaya kebersihan kota.

“Yang terlibat dalam 3G hari ini (Sabtu) diharap jadi motor penggerak masyarakat untuk sadar akan kebersihan,”harapnya.

Selanjutnya sambung Hidayat, pihaknya juga akan membentuk tim 3G di tingkat kelurahan. Tim ini akan disinergikan dengan tim satuan tugas (Satgas) kebersihan, keindahan, ketertiban, keamanan dan kenyamanan (K5) dalam mempropaganda gerakan kebersihan.

“Tujuan kita yang utama ingin menjadikan Kota Palu sebagai kota destinasi. Karena itu masyarakat harus terlibat langsung didalam segala upaya yang dilakukan pemerintah,”seru Hidayat.

Aksi 3G, Sabtu 11 Maret melibatkan sedikitnya 4. 000 lebih massa. Selain masyarakat dan jajaran ASN lingkup Pemkot Palu, 76 organisasi pemuda dan pecinta lingkungan juga turut ambil bagian dalam aksi tersebut. Dalam aksinya, massa membagikan kantong plastik dan memungut sampah pada rute yang dilewati. Membagi-bagikan sticker serta meyampaikan orasi yang bertema ajakan berprilaku hidup bersih.

Deklarasi 3G dibuka Asisten Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemprov Sulteng, M Arief Latjuba mewakili Gubernur Sulteng.

Arif menyebut,  deklarasi 3G adalah moment penting, mengingat sampah dan kebersihan masih menjadi permasalahan yang melilit Kota.
“Semoga 3G memotivasi untuk membangkitkansemagat yanhg berkesinambungan sehingga melahirkan kesadaran,”sebut Arif.

Gubernur kata Arif, berharap, pola hidup bersih harusnya menjadi budaya masyarakat. Sebeba kebersihan Itu hanya bisa terwujud dengan kebiasaan.

3G menurutnya adalah gerakan awal untuk menggugah masyarakat lain yang masih kurang peduli. Aksi 3G  sekaligus juga adalah  praktek kebersamaan dan gotong royong masyarakat dan pemerintah. Pemprov Sulteng sebenarnya juga telah menunjukkan upaya itu.

Dua kali dalam sebulan yakni setiap jumat kami mengintruksikan untuk bersih-bersih kantor dan lokasi pantai talise menuju lokasi tambak garam,” demikian Arif.

(mdi/Palu Ekspres)

News Feed