Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Dua Kakek Ini Ngotot Temui Raja Salman demi Jual Batu Soekarno

898

BADUNG, PE – Petugas kepolisian yang menjaga kawasan St Regis Hotel di Nusa Dua, Bali lagi-lagi mengamankan orang yang berniat menemui Raja Salman bin Abdulaziz. Kali ini ada dua pria uzur yang hendak menemui raja berjuluk khadimul kharamain itu untuk menawarkan batu langka.

Peristiwanya terjadi pada Sabtu (11/3) pukul 10.00 waktu Indonesia tengah (WITA). Ada pria bernama Herry Gunawan (74) asal Pekalongan dan Sangga Rustandi (69) asal Bandung yang ingin bertemu dengan Raja Salman.

Sumber Jawa Pos Radar Bali mengungkapkan, Herry dan Sangga tiba di Bali pada Kamis (9/3) menggunakan pesawat Citilink yang mendarat di Bandara Ngurah Rai pukul 18.30  (WITA). Setibanya di Bali, kedua orang yang mengaku nonmuslim itu menuju Denpasar untuk menemui seseorang bernama Mahendra.

Selanjutnya, Herry -warga Cidadap, Pekalongan, Jawa Tengah- dan Sangga -berdomisili di Paledang, Kecamatan Lengkong, Bandung- menginap di Bedrock Hotel, Kuta, Kabupaten Badung. “Keduanya berniat menemui Raja Salman,” ujar seorang sumber dari Satgas Intel yang bertugas di kawasan St Regis Hotel, Nusa Dua, Badung, Bali.

Hingga akhirnya pada Sabtu (11/3), kedua orang itu sekitar pukul 09.00 WITA meninggalkan hotel menggunakan mobil Toyota Avanza bernomor polisi DK 704 GO menuju Gereja Maria Bunda di Puja Mandala, Kuta Selatan. Keduanya lantas mengikuti kebaktian.

Selepas kebaktian, Herry dan Sangga sangat yakin bisa memasuki kawasan St Regis Hotel. Namun, niat kedua orang itu dihadang petugas keamanan.

“Selanjutnya diamankan oleh unit Raimas (pengurai massa, red) Polresta Denpasar dan dibawa ke Polsek Kuta Selatan,” tutur sumber itu.

Dari hasil interogasi, terungkap motivasi kedua orang itu. Yakni menemui Raja Salman untuk menjual batu bergambar Presiden RI Soekarno.

“Bila bisa bertemu (Raja Salman, red) bakal dipublikasikan. Karena Raja dianggap orang sosial, di samping itu ada keinginan untuk menjual sebuah batu yang bergambar Soekarno,” sambungnya.

Polisi juga memeriksa telepon seluler dan akun media sosial mereka. Namun, dari proses pemeriksaan tidak ditemukan adanya hal membahayakan dari kedua pria sepuh itu.

“Tidak ada SMS maupun Facebook yang mengarah akan melakukan kegiatan sabotase terhadap rombongan Raja Salman dan hujatan terhadap pemerintah maupun mengarah ke radikalisme,” pungkasnya.

(dre/jpg/PE)

Komentar ditutup