Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

5 Kali Menikah Sering Diselingkuhi, Wanita Ini Pilih Jadi PSK

155

PALANGKARAYA, PE – Banyak faktor yang akhirnya membuat seorang perempuan terjun ke dunia prostitusi. Faktor ekonomi, pendidikan hingga hubungan percintaan kerap menjadi alasan.

Tidak seorangpun punya cita-cita ingin menjadi PSK. Perempuan yang terjun dalam dunia esek-esek ini, menyadari tak selamanya akan menyandang profesi memalukan ini.

Lahir dari keluarga tidak kekurangan pun, tak serta-merta membuat perempuan bisa lepas dari lingkaran prostitusi. Kadang, akibat kisah percintaan membuat perempuan frustasi hingga memilih menjadi PSK.

Magda (nama samaran) salah satunya. Dia punya rekor menikah lima kali. Panjangnya karier nikah cerai perempuan ini menandakan banyaknya rintangan dan kisah percintaan yang dilalui.

Pahit manis yang dilalui perempuan berusia 32 tahun ini, membuatnya memilih jadi PSK sejak tiga tahun lalu.

“Saya sering diselingkuhi, jadi saya memilih pekerjaan ini. Banyak juga teman seprofesi saya mengalami hal serupa dengan saya dibanding yang lainnya,” kata ibu dua anak ini di Markas Satpol PP Kota Palangka Raya, Jumat (10/3).

Keputusan menjadi pemuas hasrat bagi pria hidung belang itu pertama kali dijalani di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Batara). Hingga sekitar lima bulan lalu dia memutuskan hijrah ke Palangka Raya.

Magda menjajakan tubuh sintalnya ke lelaki yang sering singgah ke tempat hiburan malam (THM) di Jalan Mahir Mahar.

Di tempat baru ini, perempuan berambut pirang ini sering mendapatkan tamu sopir yang bekerja di perusahaan batu bara.

Perempuan yang mengecap pendidikan hanya sampai sekolah dasar (SD) ini, mengaku statusnya menjadi PSK tidak dilarang suami kelimanya.

“Suami saya tahu kalau saya bekerja ini (PSK). Suami saya yang antar jemput saya ke sana (Mahir Mahar). Dia tidak melarang,” katanya usai terjaring petugas Satpol PP Kota Palangka Raya, Kamis malam (9/3).

Tidak ada kata menyesal. Itulah yang dikatakan perempuan berkulit putih ini. Baginya, menjadi seorang PSK tidak akan selamanya dijalaninya. Jika hamil kelak, dia berniat tobat bekerja di jalur esek-esek ini.

“Kerja yang lain saya tidak punya modal,” ungkap Magda seraya mengatakan sering menerima tamu yang memakai kondom dan tidak.

(Fajar/PE)

Komentar ditutup