Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Mahasiswa IAIN Diajak Cegah Korupsi

436

PALU, PE – Ratusan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, mengikuti ceramah ilmiah politik, yang dibawakan oleh mantan Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dr. Abdullah Hehamahua, di auditorium IAIN Palu, Jumat (10/3).

Dalam ceramahnya, Abdullah mengajak para mahasiswa IAIN, untuk turut serta, menghapuskan perilaku korupsi, di Indonesia. Karena erilaku korupsi, diyakini merupakan perilaku yang sangat merusak kehidupan, baik kehidupan pribadi, maupun kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Abdullah, tindakan korupsi, bisa juga disebut sebagai tindak kejahatan yang luar biasa. Maka dari itu, sanksi penjara, masih dinilai belum cukup, untuk menghukum koruptor.

“Yang paling pas buat koruptor, ialah sanksi sosial. Misalnya, kita jangan lagi memilih pemimpin yang korup. Mari kita menghapus sikap korupsi, minimal dengan mencegah diri kita sendiri melakukan korupsi,” kata Abdullah Hehamahua.

Abdullah menerangkan, saat ini bangsa Indonesia, sedang dilanda penyakit jiwa, yang salah satunya diakibatkan oleh tindakan korupsi yang semakin merajalela.

“Kita saat ini, sedang dilanda penyakit sakit jiwa. Pertama, karena umat Islam jauh dari jalan dakwah, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah. Kedua, karena korupsi yang semakin merajalela,” ujar Abdullah.

Abdullah melanjutkan, kejahatan korupsi jika dibandingkan dengan kejahatan-kejahatan lain, lebih sulit untuk ditemukan buktinya secara nyata, namun, dampak dari perbuatan korupsi tersebut, sangat luar biasa, bagi kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.

“Korupsi cukup sulit dibuktikan, dibandingkan dengan misalnya kasus pembunuhan. Untuk kasus pembunuhan yang telah lama berlalu pun, masih bisa dicari buktinya melalui otopsi. Di zaman yang semakin canggih, orang-orang juga semakin mudah untuk korupsi, cukup menekan tombol, uang korupsinya sudah bisa ditransfer. Ini dampaknya luar biasa,” tuturnya lagi.

Selain itu, Abdullah juga mengajak kepada seluruh civitas akademika IAIN Palu, untuk turut mencegah berbagai kemaksiatan, yang juga semakin marak terjadi di Indonesia. Menurutnya, jika kemaksiatan tidak dicegah, maka nantinya akan berdampak sangat buruk bagi bangsa Indonesia.

“Mari kita mengingat, dalam Al-Quran surah Al-Qamar, Allah menghancurkan beberapa kaum, karena kemaksiatan yang mereka lakukan. Jangan sampai, hal ini juga terjadi kepada kita. Jika kita mampu mengatasi itu, maka akan terwujud masyarakat yang madani yang diridhai oleh Allah SWT,” tandasnya.

(mg01/Palu Ekspres)

Komentar ditutup