Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

DTPH Sulteng Terbitkan Kartu Petani Miskin

182

PALU, PE – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Sulteng tahun ini berencana menerbitkan kartu bagi petani dengan kategori miskin. Kartu ini nantinya akan menjadi identitas petani penerima bantuan program DTPH Sulteng.

Kepala DTPH Sulteng, Tri Iriani Lamakampali menyebutkan, kartu itu menjadi salahsatu program DTPH yang akan digulirkan tahun ini.

Saat ini pihaknya kata Tri Iriani masih menyusun semacam pedoman pelaksana kebijakan itu. Sehingga nantinya ada pegangan secara teknis melaksanakan kebijakan itu.

“Kalau di pusat ada yang namanya kartu indonesia sehat dan kartu pintar, maka di Sulteng kami kembangkan kartu petani miskin,”kata Tri Iriani Lamakampali, belum lama ini kepada Palu Ekspres.

Untuk tahap awal, kartu ini rencananya akan diterbitkan sebanyak 200 lembar bagi 200 kepala keluarga (KK) yang berprofesi petani di wilayah Sulteng. Dengan kartu itu, petani miskin nantinya akan diintervensi dengan bantuan benih dan pupuk.

“Sumber anggarannya murni dari APBD Sulteng,”sebutnya.

Dia menjelaskan, salahsatu syarat penerima kartu petani miskin adalah mereka yang memiliki sendiri lahan garapan dengan luas dibawah dua hektar.

“Betul-betul kriteria petani miskin. Tidak bisa lebih dari dua hektar. Syaratnya bukan pula petani gurem. Karena dia tidak punya lahan. Karena akan sia-sia bantuan. Petani miskin yang punya lahan yang kita maksimalkan,”jelas Tri Iriani.

Dengan bantuan itu pihaknya berharap kedepan petani dapat menggarap lahan secara keberlanjutan.  Karena memang salahsatu fakta lapangan yang kerap dikeluhkan petani adalah ketidakmampuan membeli benih dan pupuk.

Intervensi pemerintah untuk meningkatkan produksi petani menurutnya masih perlu terus dilakukan. Itui bisa meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola lahan garapannya.
“Kita berharap ini bisa meningkatkan produksi. Misalnya yang nol menjadi sekali panen. Dari yang sekali menjadi dua kali. Ini akan terus kami uji coba,”pungkasnya.

(mdi/Palu Ekspres)

Komentar ditutup

%d blogger menyukai ini: