Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Ini Daerah dengan Kasus Pungli Terbanyak, Kepala Dinasnya pun Kena OTT

174

BANDUNG, PE – Fakta mengejutkan diungkap tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli). Selama November 2016 hingga Februari, provinsi Jawa Barat menempati posisi teratas daerah terbanyak kasus pungli.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus mengatakan, totatnya mencapai 159 kasus.

“50 kasus ditangani UPP kabupaten/kota dengan jumlah 383 tersangka. Pengungkapan pungli Jabar menjadi nomor satu di Indonesia,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, kepada Radar Bandung (Jawa Pos Grup), Kamis (2/3).

Ia menuturkan, pelaku pungli tersebut mayoritas masyarakat sebanyak 331 orang, PNS 42 orang, polisi tiga orang, PHL dan TNI masing-masing satu orang.

“Tim Saber Pungli Jabar sendiri menyita uang sebesar Rp 621.168.200 sebagai barang bukti,” ujarnya.

Menurutnya dari perkara yang ada, kasus operasi tangkap tangan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung Dandan Riza Wardana yang paling menonjol.

“Dan yang paling menonjol ialah yang terjadi di Kota Bandung. Kemudian di Kabupaten Sumedang terkait pengurusan seritifkat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) wilayah setempat. Di Kota Cimahi terkait pungli kepada calon pegawai negeri sipil. Ada beberapa tempat rawan atau terjadi pungli,” bebernya.

Ia juga menyebut dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat kasus pungli paling banyak terjadi di Kabupaten Bogor mencapai 44 kasus dan dari kasus-kasus tersebut sebanyak dua kasus dilakukan penyidikan dan 42 kasus non yustisi.

Lalu di Kota Bogor ada sebanyak 37 kasus dengan rincian dua kasus masih tahap penyidikan, 33 kasus penyelidikan, dan satu kasus non yustisi. “Namun sejauh ini yang paling menonjol terjadi di Kota Bandung dengan barang bukti mencapai Rp 261.770.000,” ujarnya.

Ia mengakui pihaknya dan pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus menyosialisasikan kepada semua pihak untuk tidak melakukan pungutan liar. “Jadi kegiatan OTT berjalan, pungli masih banyak dan pidana yang dilakukan masyarakat, itu artinya sosialisasi tetap digencarkan,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Saber Pungli Jabar, Yerry Yanuar menambahkan Tim Saber Pungli Jabar saat ini akan fokus terhadap potensi pungli yang terjadi di sekolah.

“Karena dikhawatirkan ada keraguan dari pihak sekolah dalam menjalankan sistem pendidikan yang dilakukan. Pendidikan ajaran baru banyak keraguan terkait pungutan apa yang boleh dan tidak. Ini akan dibahas lebih lanjut,” tandasnya.

(Fajar/JPG/PE)

Komentar ditutup