Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Indonesia Patut Bangga, Bali Dinobatkan Jadi Pulau Terbaik Dunia

423

SINGAPURA, PE – Keindahan alam, kekayaan budaya, kelezatan kuliner, kembali membuat Bali diapresiasi dunia internasional.

Yang terbaru, Pulau 1000 pura itu dinobatkan sebagai pulau terbaik versi DestinAsian Readers Choice Award (RCA) 2017 yang bermarkas di Singapura.

“Ini gelar yang sangat membanggakan. Selama 12 tahun berturut-turut Bali dinobatkan sebagai pulau terbaik oleh DestinAsian Readers Choice Award (RCA),” terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gde Pitana.

Pitana menyatakan sangat bangga dengan kepercayaan yang terus beruntun diberikan masyarakat dunia kepada Pulau Bali.

Pulau Dewata dianggap terbaik dalam keindahan alamnya, kekayaan kuliner, keunikan budayanya, dan keramah tamahan masyarakatnya.

“Potensi wisata kita sangat hebat. Tidak hanya Bali. Untuk destinasi snorkling, Galapagos yang terkenal itu sudah berhasil kita kalahkan. Tidak tanggung-tanggung bahkan dikalahkan oleh dua destinasi kita yakni Raja Ampat (Provinsi Papua Barat) dan Pulau Komodo (Provinsi NTT),” imbuhnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Artha Ardana Sukawati atau akrab disapa Cok Ace, menyebut ada lima indikator dominan yang kerap menjadi penilaian terhadap Bali.

Di antaranya adalah keunikan adat dan budaya, keramahan manusianya, keindahan alamnya, kuliner dan terakhir adalah ekspektasi terhadap destinasi di Bali. “Bali punya itu semua. Terima kasih atas pengakuan ini,” terang Cok Ace.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti juga turut berbahagia atas prestasi Bali tersebut. Menurutnya, award itu semakin menambah kepercayaan dunia internasional terhadap kekuatan kepariwisataan Indonesia.

”Penghargaan ini akan menaikkan value Bali dan Wonderful Indonesia,” ujarnya.

Hal ini dinilai juga akan menaikkan kepercayaan diri Indonesia terutama Bali. “Rasa kepercayaan diri ikutan naik. Semua lini jadi makin termotivasi untuk berbuat lebih hebat lagi,” ucapnya.

Yang tak kalah pentingnya, pengakuan internasional itu akan menaikkan kredibilitas atau kepercayaan karena diberikan pihak yang memiliki reputasi tinggi di bidang pariwisata.

”Jadi, value kita semakin naik karena predikat juara dan memperoleh penghargaan itu” kata Esthy.

Selain Bali pada peringkat pertama, Indonesia juga mendapatkan penghargaan untuk pulau Lombok sebagai pulau terbaik di 10 besar (peringkat 10).

Sementara industri yang mendapatkan penghargaan atas pilihan pembaca majalah DestinAsian adalah Alila Villas Uluwatu sebagai The Best Boutique Hotel.

Sedangkan COMO Uma Ubud berada di peringkat kelima. Ayana Spa sebagai The Best Hotel Spa ditemani oleh The Spa, Four Seasons Resort Balidi Jimbaran Bay di peringkat ketiga

Di sisi lain Maskapai Garuda Indonesia mendapatkan peringkat ketiga sebagai Best Economy Class.

Kemudian peringkat kelima masing-masing pada kategori Best Airline and Best Frequent Flyier Program.

“Ini menjadi modal yang baik guna pembangunan dan pencapaian target pariwisata nasional 20 juta kunjungan pada 2019,” katanya.

Menpar Arief Yahya selalu menyebut keberhasilan dan sukses di forum internasional itu sangat berpengaruh terhadap 3C Pariwisata Indonesia.

Yakni, menaikkan confidence level, mempertebal credibility, dan menjadi sarana memperkuat calibration.

“Karena itu terus kejar reputasi dunia agar branding Wonderful Indonesia selalu ada di setiap kompetisi,” jelas Arief Yahya.

Apakah itu berdampak langsung dengan kedatangan jumlah wisman? Secara langsung tentu tidak. Tapi, kata dia, akan menaikkan kesempatan orang untuk memilih Indonesia sebagai destinasinya.

Branding itu dampaknya baru 3-4 tahun ke depan, jika dilakukan secara konsisten, berbeda dengan selling yang dampaknya langsung ke jumlah.

Namun, dari pengaruh promosi dua tahun terakhir, wisman yang masuk ke tanah air juga semakin besar.

Jika dilihat dari target wisman Kemenpar Januari-Desember 2016, sudah tercapai 12,023 juta, atau lebih tinggi 23 ribu di atas proyeksi.

Itu mengalami kenaikan 15,54%. Angka 12,023 juta itu didapat dari 11.519.275 wisman yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS).

Ditambah ekstrapolasi dari Januari – September 2016, sebanyak 504.696 wisman yang belum dimasukkan.

Kepala BPS, Kecuk Suharyanto mengakui ada 4,2% atau 504 ribu wisman itu memang belum dimasukkan itu. “Untuk kepentingan Pariwisata, silakan digunakan kedua angka tersebut,” kata Kecuk.

(Fajar/jpnn)

Komentar ditutup