oleh

Sosialisasi 4 Pilar dengan Protokol Covid 19

PALU EKSPRES, PALU – Anggota MPR RI Muhidin M Said melakukan sosialisasi 4 konsesus berbangsa dan bernegara di Tanaris Cafe, Palu. Sosialisasi yang berlangsung di tengah pandemi covid 19, dilakukan dengan protokol covid 19. Peserta sosialisasi yang berjumlah 150 orang, duduk berjarak 1 meter dengan tetap menggunakan masker serta cairan pembersih tangan.

Beruntung, aula Cafe Tanaris yang cukup lapang, membuat suasana sosialisasi berjalan lancar, tidak ada peserta yang berdesak-desakan. Sosialisasi yang berlangsung sejam lebih itu mendapat perhatian serius dari peserta, yang umumnya berasal dari mahasiswa Universitas Tadulako. Pada kesempatan itu, Muhidin menguraikan soal lembaga-lembaga negara pascareformasi dan posisi DPR, DPD, MK serta Lembaga Presiden dalam tatanan kenegaraan di Indonesia.

Menurut dia, amandemen UUD 1945 telah mengubah hal-hal fundamental dalam bangsa ini. Mulai dari pemilihan langsung Presiden Wakil Presiden dan pemilihan wakil rakyat secara langsung serta kewenangan otonomi yang lebih luas atau desentralisasi. Amandemen UUD 45 ini ungkap dia, memberikan ruang yang lebih besar bagi rakyat untuk berperan dalam proses pembangunan. Misalnya, warga berhak mengusulkan perbaikan infrastruktur di daerahnya untuk diperjuangkan wakil wakilnya di parlemen.

Ia menguraikan, empat pilar posisinya bagi Bangsa Indonesia, sangat fundamental. Pancasila sebagai pondasi dan ideologi bernegara, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai dasar konstitusi bernegara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara berdaulat, dan Bhineka Tunggal Ikha sebagai filosopi keberagaman.

Untuk mengeliminir potensi perpecahan di Indonesia, Muhidin mengajak generasi muda untuk memahami dan menjiwai Empat Pilar. Serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini penting menurut dia, karena generasi muda akan selalu menghadapi perubahan yang sangat cepat, bukan hanya teknologi dan informasi. Tetapi juga perubahan menyangkut budaya dan nilai-nilai.

Pada sosialisasi ini, peserta tak hanya menjadi pendengar. Tetapi juga terlibat diskusi yang intens. Terlebih saat Muhidin meminta pendapat dan saran dari peserta, apakah metode sosialisasi yang sudah berlangsung selama ini, dianggap masih cukup baik untuk membumikan empat pilar bangsa atau ada metode lain yang lebih bisa dan mudah diterima oleh masyarakat khususnya generasi muda. (kia/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed