oleh

Tingkatkan PAD, Dinas PUPRP Parimo Gandeng Bumdes

PALU EKSPRES, PARIMO– Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Parigi Moutong menjalin kerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parimo.
Dinas PUPRP membangun kerjasama ini mengenai tagihan air bersih pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)
Sekretaris Dinas PUPRP Parimo, Rivai mengapresiasi kerjasama tersebut. Pasalnya, kerjasama ini merupakan yang pertama kali di Parigi Moutong. Desa Lobu Mandiri juga sebagai desa percontohan di Parimo dalam melakukan kerjasama melalui Bumdes.
“Alhamdulillah kami sangat mengapresiasi kerjasama dengan Bumdes di Desa Lobu Mandiri ini. Karena, ini merupakan pertama kali dikerjasamakan di Parimo,” kata Rivai dalam sambutanya pada acara penandatanganan MoU di Desa Lobu Mandiri, Rabu (1/7/2020).
Menurut Rivai, sebenarnya kerjasama dengan Bumdes awalnya direncanakan di Desa Tolai Kecamatan Torue. Namun, ketua Bumdes desa Lobu Mandiri sudah lebih dahulu mendatangi pihaknya dan mengaku siap untuk menjalin kerjasama tersebut.
Dengan didirikannya Bumdes kata dia, tentunya sangat potensial untuk menggerakkan ekonomi pedesaan. “Memang dari pejabat sebelumnya rencana kerjasama ini sudah ada,” ucapnya.
Dijelaskannya, sebelum menjalin kerjasama dengan Bumdes mengenai tagihan air bersih, pihaknya terlebih dahulu membenahi beberapa titik jaringan air bersih yang mengalami kerusakan.
“Sebelum jalin kerjasama ini saya sudah sampaikan petugas SPAM untuk melakukan perbaikan dimana titik-titik kerusakan. Jadi, kita perbaiki dulu kerusakan ini baru masuk ke MoU,” ujarnya.
“Dan Alhamdulillah jaringan air sudah lancar dan bagus. Kemudian dilakukan koordinasi dengan Pemdes Lobu Mandiri dan mereka mengaku siap untuk melakukan kerjasama ini,” tambahnya.
Lanjut dia mengatakan, kerjasama ini akan berakhir pada bulan Desember 2020. Apabila kerjasama ini dinilai bagus maka kedepannya akan diperpanjang.
“Jadi, kami sangat berterima kasih kepada kepala desa dan ketua Bumdes. Karena ini sangat membantu kami pak dalam pencapaian PAD,” ucapnya.
Karena menurutnya, Dinas PUPRP untuk tahun ini ditargetkan retribusi dari SPAM sekitar Rp 750 juta, dari beberapa unit SPAM yang ada seperti, Parigi, Ampibabo, Torue, dan Tolai.
“Kali ini mungkin tidak mencapai target. Karena beberapa bulan kemarin tagihannya digratiskan disebabkan Covid-19 melanda kita,” ujarnya.

Dengan demikian, pihaknya berupaya bagaimana cara agar target PAD pada Dinas PUPRP dapat terpenuhi. Karena, pendapatan ini kata Rivai, masuk langsung ke kas daerah.
“Selama ini kan, kita hanya bergantung pada DAU dari pemerintah pusat. Ketika ada wabah Covid-19 kemarin dana itu tidak ada dan proyek-proyek langsung dihentikan,” tuturnya.
Olehnya, peningkatan PAD itu sangat perlu di genjot agar pembangunan di daerah ini tidak lagi bergantung pada dana-dana yang berasal dari pemerintah pusat.
Ia berharap terkait kerjasama ini pihaknya meminta bimbingan dan dukungan dari pemerintah kecamatan setempat. (asw/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed