oleh

Makanan Tambahan Balita, Kelurahan Baiya Anggarkan Rp30 Juta

PALU EKSPRES, PALU- Kelurahan Baiya, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu,  menganggarkan Rp30 Juta dari dana kelurahan untuk pengadaan makanan tambahan bagi 800 balita di wilayah Kelurahan Baiya. Hal itu berdasarkan hasil rapat pembahasan anggaran BKM yang dipimpin oleh Lurah Baiya,  Hendra, Sabtu (27/6/2020).

Kebutuhan tersebut awalnya diajukan oleh Ketua RT 7  Nur  Hayati  yang juga bertugas sebagai koordinator lapangan PELKESI. “Kita terakhir menerima dana PMT untuk balita dari Dinas Kesehatan Kota Palu pada 2016, dari puskesmas tidak ada, dari kelurahan juga tidak ada, pasca bencana 2018 syukur ada PELKESI yang membantu dana PMT dari 2019 sampai Juni 2020. Jangan sampai NGO yang lebih perhatian pada balita di Biaya daripada pemerintah karena sekarang kita ada dana dari negara,” katanya saat mengajukan kebutuhan mewakili warga Baiya di RT 7.

Usulan Nur Hayati tersebut diperkuat oleh Ernaningsih selaku Bidan Kelurahan. Bahkan,  ketua BKM dan LPM Kelurahan Baiya juga mendukungnya. 

Setelah dilakukan musyawarah dan pertimbangan dana yang dimiliki pihak Pemerintah  Kelurahan Baiya,  akhirnya peserta rapat menyepakati bahwa Kelurahan Baiya akan menyediakan dana 30 juta untuk satu tahun terhitung sejak Juli 2020.

Ditemui di kediamannya di RT 7, Senin (29/6/2020),  Nur Hayati menjelaskan betapa ia mendapat banyak ilmu dan pengalaman sejak bertugas menjadi koordinator lapangan Baiya yang bekerja dengan Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (PELKESI) sejak 2019.

Ia mengakui  menjadi kader posyandu di RT 7 sejak 9 tahun silam. Selama itu, ia mengakui hanya mengetahui situasi bayi dan balita di RT 7 saja. Namun setelah dipercaya jadi koordinator lapangan PELKESI, dirinya mengikuti banyak sekali pelatihan, pertemuan, banyak melakukan pendataan bayi dan balita di Baiya di lima posyandu.

“Jujur, sejak itu pengetahuan dan perenungan saya sebagai kader posyandu semakin mendalam, saya jadi paham mengapa pemberian makanan tambahan yang beragam dan berbahan lokal sangat penting bagi bayi dan balita,” ujarnya. 

Makanya menurut Nur, ia memperjuangkan dana PMT di rapat pembahasan anggaran BKM  pada Sabtu (27/6/2020).  Lagi pula membangun kesehatan bayi dan balita itu sangat berguna untuk jangka panjang. “Kita harus mengubah cara pandang kita bahwa pembangunan berarti harus mengadakan bangunan fisik di kelurahan,” katanya. (**/fit/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed