oleh

Rumah RB Tahap 2 Ternyata Hanya 715 Unit

PALU EKSPRES, PALU– Proses asessmen tingkat kerusakan rumah akibat bencana untuk penyaluran dana stimulan tahap 2 Kota Palu sebentar lagi usai. Seiring dengan berakhirnya kontrak Tenaga Pendamping Percepatan Perbaikan Perumahan Daerah (TP4D) pada Juli 2020 nanti.

Berdasarkan hasil esessmen lapangan yang dilakukan TP4D, tidak semua data kerusakan rumah sesuai dengan kondisi riil di lapangan yang dilaporkan.

Contohnya untuk kategori rumah rusak berat (RB). Dalam data tahap 2, jumlah rumah RB tercatat sebanyak 4.141 unit. Namun setelah dilakukan asessmen lapangan, ternyata hanya 715 diantaranya yang memenuhi syarat teknis dalam kategori rusak berat.

Selebihnya turun grade menjadi rusak sedang dan ringan. Bahkan tidak sedikit yang sama sekali tidak mengalami kerusakan. Proses asessmen sendiri sudah berjalan sekitar 3 bulan lebih.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palu, Singgih Prasetyo mengatakan, angka 715 unit ini kemungkinan besar tidak lagi bertambah. Sebab, selama 1 bulan terakhir, asessmen terus dilakukan terhadap 4.141 unit RB. Namun tak ada lagi yang memenuhi syarat untuk kategori rusak berat.

Menurut Singgih, kemungkinan besar pula dana yang tersisah dari alokasi anggaran untuk stimulan rumah rusak berat tahap 2 akan dialihkan untuk membayarkan stimulan tahap 3 nanti.

“Kita optimis stimulan tahap 3 nanti bisa dicover dari sisa dana stiimulan tahap 2 tersebut,” jelas Singgih.

Karena basis data kerusakan rumah yang tercatat di BPBD Palu untuk tahap 3 sebanyak kurang lebih 800an unit. Termasuk ketambahan data sebanyak kurang lebih 15 ribu.

Adapun jumlah total data penerima stimulan perbaikan rumah rusak tahap 2 tahun 2020 sebanyak 38.805 unit.

Hingga Jumat 26 Juni 2020 total dana stimulan yang tersalur sebesar Rp319.790.000.000. Dari total anggaran sebesar Rp779.040.000.000. Dan masih tersisah anggaran sebesar Rp469.250.000.000.

Dengan rincian rumah rusak ringan sebanyak 18.974 unit. SK dan buka rekening sebanyak 14.282. masuk rekening 13.388. realisasi anggaran sebesar Rp133.890.000.000 dari anggaran yang disiapkan Rp189.740.000.000

Rusak sedang sebanyak 15.690. buka rekening sebanyak 6.633 dan cair sebanyak 6.172. Anggaran terserap sebesar Rp154.300.000.000 dari total anggaran Rp392.250.000. Anggaran yang belum tersalur sebesar Rp237.950.000.000.

Sedangkan rusak berat sebanyak 4.141 unit. Membuka rekening sebanyak 715 dan sudah dicarikan kepada sebanyak 632 KK. Dengan reaalisasi anggaran sebesar Rp31.600.000.000 dari total Rp207.050.000. Anggaran yang belum tersalur sebesar Rp175.450.000.000. (mdi/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed