oleh

Ketika yang Lain Memilih Berhenti, Lembaga Ini Tetap Bersama Masyarakat di Masa Pandemi

PALU EKSPRES, PALU- Pandemi Covid-19 yang juga melanda Indonesia sejak awal 2020 telah memaksa banyak lembaga untuk melakukan penyesuaian program, bahkan memilih berhenti selama masa pandemi belum membaik. Namun, Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (PELKESI) Sulawesi Tengah tetap bersama masyarakat sejak pascabencana 2018.

Pascabencana 28 September 2018, PELKESI sebagai anggota dari Act.Alliance telah bersama masyarakat Sulawesi Tengah khususnya masyarakat di 10 desa/kelurahan mitra. Yaitu, Desa Simoro, Tuva, Sibalaya Barat dan Sibalaya Utara di Kabupaten Sigi; Kelurahan Pantoloan dan Kelurahan Baiya di Kota Palu; Desa Wani Satu, Wani Dua, Lero Tatari dan Enu di Kabupaten Donggala.

Dina Mariana Lumban Tobing selaku Infokom PELKESI Sulawesi Tengah, kepada Palu Ekspres, Jumat (21/6/2020), mengatakan tak berselang lama setelah bencana 28 September 2018, PELKESI telah hadir di Sulteng. Kali pertama hadir di Sulteng, PELKESI  fokus pada kegiatan pengobatan berupa mobile clinic (Klinik bergerak) dan Home Visit (kunjungan dan pengobatan langsung ke rumah pasien) yang dilakukan oleh tim dokter dan perawat. “Kegiatan ini dilakukan selama periode Oktober 2018 hingga Juni 2019,” kata Dina Mariana.

Sementara Juli-Desember 2019, menurut Dina,  PELKESI fokus pada peningkatan kapasitas kader posyandu dan bidan desa di 10 desa/kelurahan mitra. PELKESI melatih para kader posyandu mengolah bahan makanan lokal untuk makanan tambahan bayi dan balita; pelatihan pengolahan jamu tradisional dan akupresur; pelatihan penanganan gawat darurat; pelatihan kemampuan komunikasi publik dan komunikasi interpersonal dan pelatihan kesiapsiagaan bencana.

Otto Nodi, selaku Program Manager PELKESI menjelaskan, pada tahun 2020, PELKESI merencanakan program pengembangan masyarakat dan advokasi di 10 desa/kelurahan mitra PELKESI. Namun situasi Covid 19 mendesak lembaga-lembaga harus menyesuaikan programnya. Sehingga berbagai pelatihan untuk peningkatan kapasitas Kelompok Siaga Bencana yang telah dibentuk pada tahun 2019 di 10 desa/kelurahan mitra diundur sementara.

Namun PELKESI tetap hadir  bagi masyarakat di masa pandemi dengan membagikan 300 masker dan 600 gelas jamu kunyit asem untuk 100 lansia dan disabilitas dan juga pengadaaan makanan tambahan bagi bayi dan balita di 10 desa/kelurahan mitra.  Pembagian masker dan jamu untuk lansia serta makanan tambahan berbahan lokal bagi bayi dan balita ini dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Saat ini masker adalah kebutuhan penting masyarakat sementara kelompok lansia dan disabilitas adalah termasuk kelompok rentan terhadap virus covid-19. Dengan membagikan 3 masker untuk masing-masing 100 lansia dan juga jamu kami berharap lansia dan disabilitas terbantu sistem imunnya sehingga tetap sehat dan gembira di usia senja,” kata Otto. (**/fit/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed