oleh

Pemkab Parimo Bersiap Ikut Lomba Inovasi Daerah Menuju New Normal

PALU EKSPRES, PARIMO– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong (Parimo) siap mengikuti lomba inovasi daerah dalam penyiapan dan rencana pelaksanaan tatanan normal baru atau New Normal produktif dan aman Covid- 19 yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri.
Kesiapan mengikuti lomba inovasi daerah Nasional ini dibahas dalam rapat koordinasi bersama Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda ) Kabupaten Parigi Moutong dan beberapa OPD lainnya yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Badrun Nggai.
Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong, Zulfinasran mengatakan, sesuai hasil rapat di Bappelitbangda tanggal 2 Juni 2020 lalu telah disepakati bahwa konsep yang ditawarkan adalah memahami terlebih dahulu apa itu New Normal.
New Normal kata dia, adalah upaya menyelamatkan hidup warga dan menjaga agar negara tetap bisa berdaya menjalankan fungsinya. Dan, New Normal adalah kebijakan baru setelah Stay At Home, Work From Home atau pembatasan sosial yang diberlakukan untuk mencegah penyebaran masif wabah virus Corona.
“New Nomal diberlakukan karena tidak mungkin warga terus menerus bersembunyi atau berdiam diri di rumah tanpa ada kepastian,” ujarnya.
Menurutnya, New Normal ditujukan agar negara tetap mampu menjalankan fungsi-fungsinya sesuai dengan konstitusi. “Perlu diingat bahwa pemasukan negara berasal dari pajak dan lainnya,” ujarnya.
Sehingga, kata Zulfinasran, jika aktivitas ekonomi terus berhenti maka negara tidak punya pemasukan dan akibatnya negara juga tidak bisa mengurus rakyat itu sendiri.
“Aktvitas publik tetap dijalankan sebagaimna biasanya dengan syarat tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ujarnya.
Sekaitan hal itu ada 5 klaster yang dikategorikan yakni, pemerintahan, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan. Menurutnya, hal itu merupakan suatu kesatuan yang secara bersama sama disikapi.
“Tetapi ada porsi terbesar yang harus didahulukan,” katanya.
Kata dia, ada 7 sektor yang ditawarkan oleh Menteri Dalam Negeri yang dominan adalah perdagangan dan jasa. 7 sektor yang dimaksud adalah pasar tradisonal, pasar modern, swalayan, objek wisata, restoran, rumah makan, hotel dan transportasi.
Dijelaskannya, dari 7 sektor tersebut ada 5 klaster yang bisa dirangkum di Kabupaten Parigi Moutong. Dari 5 klaster untuk pelaksanaan New Normal hal mendasar katanya, untuk menekan penyebaran Covid- 19.
Kemudian, diambil kesimpulan kasus untuk secepatnya melacak riwayat perjalanan seseorang, karena penyebaran Covid-19 melalui manusia ke manusia sehingga permasalahannya adalah pada manusia itu sendiri.
Seketat Protokol apapun yang dibuat tambahnya, pemerintah tetap kembali ke manusianya.
Sehingga, jika demikian terjadi maka dinas kesehatan harus melacak, karena pekerjaan melacak sesuatu hal yang tidak mudah, karena harus mengetahui pergerakan keluar masuk setiap orang, baik masyarakat setempat mapun yang datang dari luar Parigi Moutong. (asw/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed