oleh

Perakitan Patung Bung Karno di Taman GOR Hampir Rampung

PALU EKSPRES, PALU– Proses perakitan patung Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno di taman Gedung Olah Raga (GOR) Palu rampung 95persen.

Terpantau Selasa 9 Juni, hampir seluruh bagian patung telah terpasang. Para pekerja yang sengaja didatangkan dari Boyolali menggenjot proses pemasangan sesuai target 10 hari sejak Kamis 4 Juni 2020.

Patung Bung Karno berbahan perunggu setinggi kurang lebih 10 meter ini nantinya dengan posisi berdiri dan menunjuk ke arah barat.

Kepala Bagian Humas Dan Protokol Pemkot Palu, Goenawan menyebut, patung ini akan dirakit 7 orang seniman dari Boyolali tempat Pemkot memesan patung tersebut.

Menurutnya proses perakitan ditarget selesai 10 hari kedepan sejak Kamis 4 Juni 2020. Karena seluruh bahan patung kini sudah berada di Palu.

“Bahannya dikirim melalui Pelabuhan Pantoloan pada 24 Mei 2020 silam, “kata Goenawan, Jumat 5 Juni 2020.

Sementara itu,Wali Kota Palu, Hidayat menjelaskan, pembangunan patung monumen Mutiara Bangsa merupakan bentuk apresiasi Pemkot Palu atas sebuah moment sejarah yang pernah terjadi di Kota Palu tepat pada tanggal 2 Oktober 1957.Yakni kedatangan Presiden Soekarno.

Ini menjadi sejarah pertama kalinya Bung Karno mengunjungi Kota Palu Sulawesi Tengah. Kedatangan Bung Karno jelas Hidayat untuk konsolidasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena masa itu terjadi gerakan Perjuangan Semesta (Permesta) dari pimpinan sipil dan militer wilayah timur yang dipelopori Letkol Ventje Sumual.

Hidayat menerangkan, setibanya di Palu, Bung Karno langsung menuju Taman GOR Palu, yang dulu merupakan sebuah lapangan untuk pacuan kuda. Di tempat itu Bung Karno lalu berpidato sekaligus mengumumkan penggantian nama Bandara Udara Masowu menjadi Bandara Mutiara Palu.

Karena itu lanjut Hidayat, ukuran konstruksi parung Bung Karno didesain untuk menyesuaikan waktu kedatangan Bung Karno di Palu Sulawesi Tengah.

Mulai dari landasan tempat berdirinya patung setinggi 2 meter yang menggambarkan tanggal kedatangan yakni bulan Februari.

Tinggi patung 10 meter disesuaikan dengan bulan kedatangan yaitu bulan 10 Oktober. Sementara ukuran panjang kali lebar landasan seluas 5X7meter menggambarkan tahun kedatangan Bung Karno yakni 1957.

“Karena momentum sejarah itu, makanya patung Bung Karno itu kami namakan Monumen Mutiara Bangsa,”demikian Hidayat. (mdi/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed