Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Ini Dia Jembatan Bambu Menantang Maut Warga Poso

100

POSO, PE – Manusia dilahirkan dengan budi pekerti yang baik. Dengan akal yang mumpuni, supaya bisa menyiasati segala persoalan dalam hidupnya.

Insting ‘survive’ manusia akan bekerja dengan baik, ketika ia dalam masalah. Otak mereka akan berfikir keras untuk mencari solusi atas kendala yang dihadapi.

Inilah yang dilakukan warga Desa Kuku Kecamatan Pamona Utara. Mereka, dengan semangat gotong royng, bahu-membahu membangun jembatan gantung ‘darurat’ dari bambu.

Jika diperhatikan, sepertinya ini mustahil. Bambu yang panjangnya tak seberapa, akan dijadikan titian membelah sungan Poso yang lebarnya hampir 100 meter, dengan jeram cukup deras di bawahnya.

Bahaya memang menjadi ancaman. Tapi warga Desa Kuku yakin, semangat untuk membebaskan mereka dari soal ekonomi bisa tercapai, jika jembatan itu rampung dan bisa digunakan sebagai sarana penyeberangan.

Siang itu, Senin (13/2), dengan dana swadaya, masyarakat Desa Kuku berkumpul bekerja bakti untuk membangun jembatan. Batang-batang babmbu yang dianggap keras dan kuat, disambung-sambung menggunakan rotan, hingga panjangnya bisa membelah lebar sungai.

Naluri ditambah pengetahuan dan pengalaman leluhur, membuat warga yakin jembatan yang bakal menghubungkan pemukiman dengan kebun mereka itu bisa diselesaikan.

Warga yang datang masing-masing membawa bekal makanan, bekerja seharian hingga bentangan jembatan bambu itu bisa mencapai di tepi sungai Poso.

Upaya masyarakat ini menurut Kepela Desa Kuku, CH Galamba, semata-mata untuk memenuhi kebutuhan ekonomi warganya. Namun demikian, ia dan warganya berharap, pemerintah bisa melirik usaha mereka dan membantu.

“Kami berharap dengan adanya jembatan darurat ini, pemda Poso bisa membantu kami untuk membuat jembatan gantung yang lebih baik lagi.” Ujar Kades Kuku, CH Galamba,  Senin (13/2).

(fer/Palu Ekspres)

Komentar ditutup