oleh

Wali Kota Palu Tolak Rencana Rapid Test Massal Dinkes Sulteng

-Palu-3.223 views

PALU EKSPRES, PALU– Wali Kota Palu Hidayat menegaskan pihaknya tidak akan melibatkan diri atas rencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulteng melakukan rapid tes massal di Kota Palu. Terlebih jika dilakukan di pasar-pasar tradisional.

“Kalau Dinkes Sulteng tetap melaksanakan itu di pasar, maka kami tidak akan melibatkan diri,”kata Hidayat dalam rapat koordinasi tentang masa status keadaan tertentu darurat bencana Covid 19 Kota Palu, Rabu 27 Mei 2020 di Kantor Wali Kota Palu.

Hidayat mengaku telah mendapat informasi bahwa Dinkes Sulteng berencana melakukan rapid tes massal dengan menyasar pedagang pedagang di pasar. Baik pasar Inpres Manonda maupun Masomba.

Dia berpendapat, mental masyarakat,  khususnya pedagang tidak siap dengan test massal ini. Apalagi, jika masyarakat nantinya mengetahui hasil rapid tesnya reaktif dan menganggap itu positif Covid 19.

“Niat ini baik, tapi kami kawatir jika dilakukan ini justru bisa memicu keributan dan kekacauan. Siapa yang mau bertanggung jawab kalau terjadi?,”ucapnya.

Namun sebaliknya kata Hidayat, pihaknya akan mendukung penuh langkah tersebut jika rapid test dilakukan di pos pos perbatasan pintu masuk ke Kota Palu. Sebab, ini bisa berjalan seiring dengan pola penanganan yang dilaksanakan gugus tugas Covid 19.

“Lebih baik alat rapid tes itu digunakan di pintu masuk atau zona-zona rawan Covid 19 di Palu,”demikian Hidayat.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur RS Anutapura Palu, dr Heri sependapat dengan itu.

Heri menjelaskan, rapid tes hanya membaca keberadaan virus dalam tubuh. Tapi tidak bisa menegakkan jenis virusnya. Artinya, virus apapun bisa terbaca termasuk influenca yang gejalanya mirip Covid 19.

“Ini soal psikologi masyarakat menanggapi rapid test. Takutnya bikin heboh ketika diumumkan, misalnya ada ratusan orang yang reaktif. Karena flu saja bisa reaktif,”jelas Heri.

Hal ini lanjut Heri, perlu dikoordinasikan kembali dengan Dinkes Sulteng. Jangan sampai kata dia, niat baik justru menimbulkan kekacauan.

Tim Pendamping Wali Kota Palu, Timuddin Bouwo justru menghawatirkan, rapid tes massal dipasar bisa menimbulkan gangguan keamanan. Karena ketidaksiapan dari sisi psikologis tersebut.

“Saya sepakat menolak. Mending Dinkes Sulteng melakukan rapid tes massal itu di Kabupaten Buol,”pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Rapat koordinasi terkait penanganan dan pengendalian penyebaran Covid 19 digelar bersama Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah (Sekdaprov Sulteng) dan Kepala Dinas Kesehatan Sulteng, Reny Lamadjido dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bartholomeus Tandigala, Selasa 26 Mei 2020.

Beberapa hal penting mengemuka dalam rapat yang digelar di ruang kerja Sekdaprov Sulteng ini sekaitan upaya penanganan Covid 19.

Misalnya rencana Gugus Tugas Covid 19 tingkat provinsi untuk melakukan rapid tes massal di Kota Palu. Sebagai salah satu langkah percepatan penanggulangan wabah ini.

Rencana ini dikemukakan Hidayat Lamakarate selaku Ketua Harian Gugus Tugas Covid 19 Sulteng. Dia mengatakan rapid test massal ini harus dilaksanakan bersama Gugus Tugas Covid 19 Kota Palu.

“Saya meminta kepala dinas kesehatan provinsi selaku wakil sekretaris Gugus Tugas Covid mempersiapkan kegiatan tersebut dengan baik,”kata Hidayat.

Hidayat menambahkan rapid test massal di Palu perlu dilakukan secepatnya jika semua hal telah dipersiapkan.

“Kita Harus pastikan minggu ini kita sudah lakukan rapid tes massal ini di Kota Palu,”sebutnya. (mdi/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed