oleh

Jembatan Baliara Direhab Sementara, DPUPRP Parimo Harap Dimasukkan di ABT

PALU EKSPRES, PARIMO– Jembatan Baliara yang mengalami kerusakan akibat dihantam banjir beberapa waktu lalu sudah dilakukan perbaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Parigi Moutong.
Hal itu dikatakan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRP, I Wayan Mudana saat dikonfirmasi wartawan di Parigi, Selasa (26/5/2020).
Jembatan ini kata dia, menghubungkan Desa Baliara, Parigimpu’u dan Desa Jonokalora. Kemudian, untuk kerusakan jembatan tersebut sudah ditangani oleh pihaknya dengan malakukan antisipasi sementara.
“Jadi, untuk kerusakan jembatan Baliara yang dihantam banjir beberapa waktu lalu sudah kami lakukan perbaikan,” ujarnya.
Menurut Wayan, minimnya anggaran untuk tahun ini sehingga perbaikan jembatan tersebut hanya dilakukan antisipasi sementara dengan menggunakan batu gajah sebagai penangkal banjir di bagian tiang jembatan tersebut.
“Untuk antisipasi sementara kami pasang batu gajah dulu sebagai penangkal banjir sambil menunggu anggaran. Belum ada anggaran kita ini pak, ditambah lagi ada pemangkasan anggaran 55 persen baru-baru ini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan anggaran untuk perbaikan jembatan tersebut diperkirakan sekitar Rp 1,5 miliar apabila itu dilakukan pembangunan groundsill di aliran sungai. Tetapi, jika tidak dilakukan pembagunan groundsill, anggaran yang digunakan hanya sekitar Rp 200 juta.
“Kalau kita bangun groundsill anggaranya sekitar Rp 1,5 miliar. Tapi kalau hanya dipasang bronjong atau batu-batu besar anggaran yang digunakan sekitar Rp 200 juta,” terangnya.
Ia menambahkan, pembangunan groundsill di aliran sungai juga sangat diperlukan dengan tujuan untuk mengurangi kecepatan arus dan meningkatkan laju pengendapan sedimen di bagian hulu.
Ia mengaku, terkait anggaran perbaikan jembatan itu pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan wakil ketua DPRD Parimo untuk di masukkan dalam anggaran belanja tambahan (ABT) tahun ini.
“Terkait anggarannya saya sudah bicarakan dengan pak wakil ketua dewan dan beliau sudah iyakan tapi tiba-tiba ada pemangkasan anggaran 55 persen, kita belum tahu ini bagaimana nantinya, dan mudah -mudahanlah bisa masuk di ABT,” harapnya. (asw/palu ekspres)

Jembatan Baliara yang rusak akibat gerusan banjir beberapa waktu lalu. Foto: Dok

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed