oleh

20 Penyintas Masuk Huntap Tondo

PALU EKSPRES, PALU- Penyerahan Hunian Tetap (Huntap) kepada warga penyintas bencana Kota Palu berjalan sesuai rencana,  Senin 18 Mei 2020 di Kelurahan Tondo Kecamatan Mantikulore Palu.

Huntap bantuan Yayasan Budha Tzu Chi yang berjejer rapi diatas lahan seluas 45hektar kini siap dihuni. Luas bangunannya 7 x 8 meter persegi. 2 kamar tidur, satu ruang tamu dan sebuah kamar mandi. Termasuk sebuah ruang dapur sederhana dibelakang bangunan.

Lahan pengembangan bagian belakang sekitar5 meter. Sementara bagian depan untuk pekarangan masih ada seluas kurang lebih 4 meter. Jalanannya menggunakan favin blok d dengan lebar sekira 4 meter.

Selain itu, Huntap dilengkapi fasilitas berupa 1 unit ranjang dua tingkat. 1 unit ranjang queen size, 4 unit kursi serta 1 unit meja. Perlengkapan dalam rumah dan jalanan, semuanya masih ditanggung yayasan.

Secara resmi,Wali Kota Palu Hidayat, menyerahkan 20 unit Huntap kepada 20 Kepala Keluarga (KK), Senin 18 Mei kemarin. Seluruhnya berada pada Blok P yang seluruh fasilitasnya sudah lengkap. Tersambung air bersih dan jaringan listrik berdaya 900watt.

Hidayat menyebut, jumlah warga yang sedianya direlokasi pada awal April 2020 adalah sebanyak 550 KK. Namun hingga pertengahan Mei, pihak Balai Prasaran Pemukiman Wilayah (BPPWP) Sulteng Kementerian PUPR belum bisa memenuhi semua sarana air bersihnya.

Sejauh ini yang bisa terpenuhi baru sebanyak 20 unit Huntap. Dengan begitu kata Hidayat, relokasi warga ke Huntap bisa dilakukan segera jika pihak BPPW juga cepat melakukan hal itu.

“Sebenarnya jangan tanya ke saya kalau bicara target. Tanya ke PUPR. Kapan airnya bisa tersambung semua,”kata Hidayat.

Meski begitu, Hidayat mempersilahkan warga penerima lain yang telah diundi untuk mengambil kunci rumah sambil menunggu sambungan air bersih. Dengan begitu, warga bisa mulai melakukan bersih-bersih sekaligus menjaga rumah yang kini telah menjadi milik warga. 

“Karena banyak perlengkapan Huntap yang dicuri jadi harus dijaga memang,”katanya.

Hidayat menegaskan, seluruh unit Huntap akan menjadi hak milik warga yang nantinya terbit dalam lembaran sertifikat hak milik. 

Iapun mengaku akan memberi perhatian pada kompeks Huntap ini. Katanya akan dikembangkan menjadi kawasan pemukiman baru di Kota Palu.

“Kita jadikan kawasan perumahan ini sebagai perumahan andalan kita. Saya akan jaga kawasan ini. Kita lakukan penghijauan dan pasangi penerangan,”ujarnya optimis.

Dia menambahkan, yayasan Budha Tzu Chi awalnya ingin membangun 3ribu unit Huntap. Namun belakangan, 1000 diantaranya dialihkan ke Kabupaten Sigi. Dengan berbagai pertimbangan dan kedala yang dihadapi, jumlah Huntap yang ditetapkan kemudian sebanyak 1.500 unit.

“Saat itu kami belum ada kepastian soal lahan. Tapi saya akui sudah ada. Setelah itu baru kami urus penyediaannya. Alhamdulillah Huntap 1 Tondo ini kita dapat seluas 45 hektar,”demikian Hidayat.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Palu Sulkifli mengatakan sejauh ini jumlah huntap yang telah terpasang meteran listrik sebanyak 813 unit. Seluruh meteran adalah bantuan PLN atas lobi Wali Kota Palu.

“Pertama tersambung 570 unit hingga kini meteran terpasang sudah 813. Baik huntap Budha Tzu Chi maupun 75 unit bantuan AHA center,”kata Sulkifli.

PPK pengembangan kawasan permukiman BPPW Sulteng, Azmi Hayat mengatakan, sambungan air bersih di Huntap saat ini masih berasal dari dua sumur suntik dalam dengan reserpoir 500kubik. Kapasitas ini cukup untuk 350 unit Huntap.(mdi/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed