oleh

Penduduk yang Bekerja Bertambah, Pengangguran Terbuka di Sulteng Menurun Tipis

PALU EKSPRES, PALU– BPS mencatat jumlah angkatan kerja Sulawesi Tengah pada Februari 2020 sebanyak 1.577.323 orang, turun sebanyak 28,6 ribu orang dibanding Februari 2019. Sedangkan penduduk yang bekerja pada Februari 2020 sebanyak 1.530.259 orang, naik sebanyak 36,4 ribu orang dibanding keadaan setahun yang lalu.
Kepala BPS Sulteng Dumangar Hutauruk menjelaskan beberapa hal yang menyebabkan kondisi naiknya tenaga kerja adalah masyarakat Sulawesi Tengah sudah mulai pulih setelah satu tahun pascabencana yang terjadi. Masyarakat yang tadinya tidak bekerja, saat ini sudah mulai kembali mencari pekerjaan dan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarga. “Kondisi ini terjadi pada wilayah Kabupaten Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong serta Kota Palu,” kata Dumangar melalui video conference, Rabu (6/5/2020).


Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Februari 2020 kata Dumangar, juga mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan Februari 2019. TPAK pada Februari 2020 tercatat sebesar 71,10 persen, naik 0,14 persen poin dibanding setahun yang lalu. “Peningkatan TPAK lebih disebabkan dari meningkatnya penduduk yang menjadi bukan angkatan kerja, dikarenakan meningkatnya penduduk yang mendapatkan Pendidikan dengan bersekolah dibandingkan Februari 2019,” kata Dumangar.
Berdasarkan jenis kelamin lanjutnya, terdapat perbedaan TPAK antara laki-laki dan perempuan. Pada Februari 2020, TPAK laki-laki sebesar 84,74 persen, sementara TPAK perempuan hanya 56,91 persen. Dibandingkan kondisi setahun yang lalu, TPAK laki-laki turun 0,69 persen poin sedangkan TPAK Perempuan mengalami kenaikan sebesar 1 persen poin.
Adapun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2020 sebesar 2,98 persen. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu terdapat penurunan sebesar 0,56 persen poin. “Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja,” ujarnya.


Sementara itu, TPT di daerah perkotaan cenderung lebih tinggi dibandingkan TPT di perdesaan. Pada Februari 2020, TPT di perkotaan sebesar 4,72 persen, sedangkan TPT di perdesaan sebesar 2,23 persen. Dibandingkan setahun yang lalu, terjadi penurunan tingkat pengangguran terbuka di daerah baik di wilayah perkotaan maupun di wilayah perdesaan yaitu sebesar 0,05 persen poin di perkotaan, dan di perdesaan 0,81 persen poin.
Dilihat dari tingkat pendidikan pada Februari 2020, TPT pada pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain yaitu sebesar 6,87 persen. Kemudian diikuti oleh Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 5,39 persen. Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap terutama pada tingkat pendidikan SMK dan SMA. (fit/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed