oleh

Cerita Pasien Sembuh Covid-19, Berkata Seperti Pergi ke Gerbang Neraka

PALU EKPSRES – Kisah seorang pria asal Tiongkok bernama Wan Chunhui, 44, bisa menjadi inspirasi. Dirinya sudah hampir putus asa dan mengaku merasakan kematian ada di depan mata ketika terserang virus Korona jenis baru atau Covid-19.

Dilansir dari Japan Times, Kamis (9/4/2020), Wan Chunhui mengatakan dia sangat takut pada awalnya. Seolah dia segera pergi ke ‘gerbang neraka’ tetapi akhirnya kembali untuk bertahan hidup. Virus tersebut telah mengubah pandangannya tentang kehidupan.

“Saya pikir perubahan terbesar bagi saya adalah bahwa cara saya memandang berbagai hal berbeda sekarang,” kata Wan yang menghabiskan 17 hari di Rumah Sakit Sementara Huoshenshan di Kota Wuhan di Tiongkok.

“Saya merasa sangat tenang tentang segalanya, sangat tenang. Saya pergi ke ‘gerbang neraka’ dan akhirnya kembali,” katanya.

Dia melihat bagaimana banyak pasien tak tertolong. “Saya melihat dengan mata kepala sendiri bahwa orang lain gagal pulih dan mati, yang berdampak besar pada psikologis saya,” ungkapnya.

Dia awalnya mengisolasi dirinya untuk melindungi keluarganya karena suhunya agak tinggi. Namun, dia masih demam beberapa hari kemudian, dan memeriksakan diri ke rumah sakit.

Saat itu tak dilakukan tes, tetapi dia diberi resep antibiotik dan obat flu untuk mengkarantina dirinya di rumah karena kekurangan tempat tidur di rumah sakit.
“Awalnya saya takut. Tetapi saya pulang ke rumah, beralih ke suasana hati yang positif, dan mempersiapkan diri untuk situasi ini. Bagaimanapun juga tidak ada gunanya panik,” kata Wan.

Ayah seorang anak perempuan berusia sembilan tahun itu memang sudah punya riwayat tekanan darah tinggi sebelumnya. Di rumah, dia mulai merekam penyakitnya di buku harian online. Seiring berjalannya waktu, batuknya makin parah dan dia dirawat di rumah sakit.

Terapi hormon membantu menurunkan suhunya. Wan dipindahkan ke salah satu dari dua rumah sakit lapangan yang dibangun untuk penderita virus di Wuhan. Dia berhasil sembuh setelah dirawat. Sebagian besar obat-obatan yang diberikan berupa pengobatan medis dari Barat. Wan bersyukur dirinya bisa sembuh dan kembali dari ‘gerbang neraka’. (jpc/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed