oleh

Relokasi ke Huntap  Sesuai Jadwal, Layanan Administrasi Melalui Sambungan Telefon

PALU EKSPRES, PALU– Relokasi penyintas bencana menuju Hunian Tetap (Huntap) Yayasan Budha Tzu Chi di Keluruhan Tondo Palu, dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal yang direncanakan. Yakni pertengahan April 2020 atau sebelum bulan suci Ramadan. Demikian dengan proses penyaluran dana stimulan tahap 2 tahun 2020. Yang saat ini berjalan beriringan antara asesement dan pembukaan rekening penerima.
Namun untuk sementara, layanan administrasi penerima bantuan dilakukan secara elektronik. Yakni melalui sambungan telefon seluler atau pesan what’s app. Ini sebagai langkah pencegahan penyebaran wabah virus corona (Covid 19).

Untuk layanan administrasi Huntap,warga bisa mengubungi tiga nomor kontak berbeda pegawai BPBD Palu. Yakni 0852 99764653 (Afdal). 085340885056 (Gufran) dan 083135130799 (Fitri). Sedangkan layanan stimulan masing-masing 081316120891(Didi). 081146017556 (Aris) dan nomor kontak 085341298211 (Zuhaery).

Kepala Pelaksana BPBD Palu, Singih B Prasetyo menjelaskan sejauh ini belum ada perubahan jadwal relokasi yang dipengaruhi karena wabah covid. “Tetap sesuai rencana,” kata Singgih, Senin 30 Maret 2020. Singgih berhemat, meskipun nantinya upacara penyerahan bantuan Huntap batal digelar, pihaknya tetap akan berupaya relokasi tetap berjalan. Hanya saja, relokasi itu diupayakan tidak serempak. Mengingat saat ini pemerintah tengah berusaha keras melakukan langkah pencegahan penyebaran virus corona.

“Intinya proses relokasi tidak menciptakan kerumunan,”ujarnya. Sekaitan dengan rencana kunjungan Presiden RI Joko Widodo dalam upacara penyerahan Huntap, pada pertengahan April mendatang, Kalak BPBD mengaku belum mendapat informasi lebih jauh, apakah terjadi penundaan atau tidak. “Belum ada informasi soal itu. Yang jelas belum ada perubahan jadwal, karena saat ini pemerintah juga sedang fokus mengatasi penyebaran covid 19,”demikian Singgih.

Untuk diketahui, jumlah penyintas yang telah mengikuti pengundian nomor rumah Huntap Tondo, sebanyak 1.049 warga. Pengundian nomor rumah dikakukan pihak yayasan Budha Tzu Chi dan BPBD Palu sebanyak dua kali pengundian. Pengundian pertama dilakukan terhadap 573 kepala keluarga (KK) dan pengundian kedua sebanyak 476 KK. Adapun Huntap yang rencananya dibangun yayasan sebanyak 1.500 unit. Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Palu, Bambang Sabarsyah menjelaskan, jumlah KK yang terdata untuk kepentingan relokasi ini awalnya sebanyak kurang lebih 2.000 KK.

Setelah dilakukan verifikasi dan validasi lapangan, banyak diantaranya tidak memenuhi syarat. Sehingga data terakhir yang memenuhi syarat untuk relokasi tersisa sebanyak 1.815 KK. “Tapi data ini dinamis. Siapa tau dalam perjalanan masih ada warga yang belum terdata. Itu tetap ada ruang sepanjang memenuhi syarat,”ujar Bambang kepada Palu Ekspres beberapa waktu lalu. Terkait dengan kesiapan Huntap, Bambang lebih jauh menerangkan pihak Yayasan Budha Tzu Chi telah memastikan pembangunannya bisa rampung pada pertengahan April 2020 nanti. Sesuai hasil rapat bersama pelaksana pembangunan Huntap dan pihak yayasan.

Dari target 1.500 unit, pihak yayasan memastikan 1.100 unit diantaranya akan dirampungkan pada April 2020 sebelum bulan Ramadan tiba. “Hasil rapat terakhir 1.100 unit ditarget selesai. Sudah ada semacam MOU sebagaimana notulen meeting. Intinya 16 April 2020 penyintas sudah masuk Huntap,”terangnya.
Selain itu juga telah rampung 75 unit Huntap dari yayasan AHA Center. Dengan begitu, maka maka saat proses evakuasi nanti, akan ada sebanyak 1.175 unit Huntap siap ditempati. “Ini terus berproses sambil menunggu Huntap yang dibangun Kementerian PUPR,”demikian Bambang. (mdi/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed