Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Aku Tahu Kapan Kamu Mati, Ketika Waktu Kematian Bisa Terlihat

0 13

Oleh Jeri Wongiyanto (Pengamat Film)

SUTRADARA produktif dan berpestasiHadrah Daeng Ratu, yang sudah dikenal lewat film-filmnya seperti “Malam Jumat The Movie” (2019), “Makmum” (2019), “Jaga Pocong” (2018), “Mars Met Venus” (Part Cewe) (2017), “Mars Met Venus” (Part Cowo) (2017), dan “Super Didi” (2016), kembali membuat horor yang menarik berjudul “Aku Tahu Kapan Kamu Mati”.

Film ini diangkat dari novel popular di wattpad, dengan judul sama. Plotnya berkisah tentang teror yang menakutkan di sekolah, karena seorang siswanya bisa tahu kapan orang-orang disekitarnya mati!
Dikisahkan, Siena (Natasha Wilona) yang terjebak dengan kemampuannya sendiri melihat hal-hal gaib, dan tidak dapat mengendalikannya. Situasi pun makin mengerikan setiap kali melihat hal yang anaeh, ia akan tahu bahwa akan ada seorang temannya yang akan meninggal dunia.

Hal mengerikan ini tentu tidak disukai Siena, ia mencoba menceritakan masalah ini pada sahabatnya Flo (Ria Ricis), neni (Fitria Rasyidi) dan Vina (Ryma Gembala). Namun tentu saja teman-temannya tidak percaya akan kemampuannya yang tiba-tiba itu.

Kemampuannya melihat kematian seseorang makin menjadi-jadi, dan kenyataan yang dijumpai terjadi, satu demi satu temannya mati setelah melihat tanda kemunculan roh yang menghampiri orang tersebut.
Klimaksnya terjadi ketika, Siena melihat sosok roh kematian justru menghampiri Brama (Al Gazali), kakak kelas yang sejak dulu disukainya.Siena berusaha mengagalkan kematian yang akan menjemput Brama. Lalu bagaimana caranya? Apa yang akan dilakukannya? Sementara, roh maut itu juga memberi tanda akan menjemput dirinya sendiri!

Adegan-adegan menggemparkan cukup mengejutkan, salah satunya seorang anak yang terjun dari atap gedung, juga teror-teror yang dibangun sejak awal, mampu membuat penonton terus terjaga ketegangannya.
Sutradara tetap mengedepankan pesan-pesan moral dalam film ini, tentang persahabatan hingga bullying yang kerap masih terjadi disekolah, dipaparkan dengan sangat lugas. Untuk weekend, film ini boleh lah jadi tontonan bersama teman-teman. (***)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: