Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Imunostimulan Bisa Tangkal Penularan Virus Korona

0 48

PALU EKSPRES – Penyebaran virus Korona jenis baru atau COVID-19 terus meluas dan sudah menyebar lintas negara. Beruntung, di Indonesia hingga kini belum ada satupun korban terinfeksi virus Korona.

Sesuai karakternya, virus bisa berkembang pada sel yang hidup. Namun jika seseorang memiliki daya tahan tubuh yang kuat, sel yang menjaga daya tahan tubuh bisa berperang melawan virus tersebut. Salah satu formulanya adalah dengan Imunostimulan. Apakah itu?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Iris Rengganis mengatakan, tubuh memiliki sistem imun atau sistem pertahanan, sebagai mekanisme alami untuk melawan ancaman dari masuknya benda asing dari luar, seperti virus, bakteri, jamur.

Sistem imun adalah semua mekanisme tubuh untuk mempertahankan keutuhannya terhadap bahaya baik yang berasal dari dalam tubuh maupun luar tubuh.

Bila daya tahan tubuh lemah, maka benda asing akan mudah masuk, sehingga menyebabkan terkena infeksi dan muncul beberapa gejala misalnya bersin, demam dan lainnya.

“Apalagi kondisi saat ini, di mana virus Korona mudah menyebar dan belum ditemukan vaksin untuk virus Korona. Pada kasus seperti ini, jalan terbaik yang bisa dilakukan adalah memperkuat antibodi,” jelas Prof. Iris dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Kekebalan tubuh bersifat dinamis, dapat naik turun. Imunitas manusia dipengaruhi usia, nutrisi, vitamin, mineral, hormon, olahraga, dan emosi. Makin dewasa, antibodi seseorang akan semakin kuat.

Namun, kata dia, antibodi juga bisa melemah seiring bertambahnya usia. Imunitas tubuh bisa dijaga dan diperbaiki dengan pola hidup sehat, artinya ada asupan makanan bernutrisi dan diimbangi olahraga juga tidur yang cukup.

Sehingga bisa mendetoksifikasi racun. Kurang tidur dan stres bisa memicu turunnya imunitas tubuh yang otomatis menurunkan kualitas antibodi.

Menurut Prof. Iris, sistem imun dapat ditingkatkan dengan memodulasi (mengatur) sistem daya tahan tubuh menggunakan imunostimulan yang berperan mengaktivasi berbagai elemen dan mekanisme berbeda pada sistem imun.

“Imunostimulan berfungsi meningkatkan pertahanan alamiah tubuh untuk mengatasi berbagai infeksi virus dan bakteri, dan juga berbagai penyakit dimana sistem imun mengalami penurunan atau penekanan,” ujarnya.

Cara Kerja dan Efektivitas Imunostimulan

Imunostimulan dapat membantu sistem kerja imun dengan cara merangsang pembentukan berbagai sel-sel imun yang memiliki fungsi penting, salah satunya dengan meningkatkan pembentukan antibodi dan sitokin serta memperbaiki fungsi fagosistosis. Jadi makanan yang bernutrisi itu penting untuk menjaga daya tahan tubuh.

“Apabila seseorang tidak sempat makan makanan yang bergizi komplit, maka dapat dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen atau imunostimulan,” ujar Prof Iris.

Prof Iris juga menambahkan, penggunaan imunostimulan dapat dianjurkan pada orang-orang yang merencanakan bepergian, dan sering berada di pusat keramaian. Selain itu, kelompok usia yang rentan memiliki daya tahan tubuh rendah, terutama lanjut usia (diatas usia 60 tahun).

“Peningkatkan daya tahan tubuh pada kondisi ini menjadi sangat penting untuk semua orang,” paparnya.

Pada kondisi di mana risiko paparan terhadap infeksi virus sangat tinggi, maka imunostimulan dapat ditambahkan di samping pencegahan lainnya. Imunostimulan dapat dikonsumsi dalam durasi tertentu sampai risiko paparan virus menurun.

“Sebaiknya dikonsumsi sebelum seseorang terinfeksi
suatu penyakit, karena imunostimulan membutuhkan waktu untuk merangsang sistem imun. Beda dengan vitamin ya,” jelasnya.

VP Research & Development SOHO Global Health (Imboost) Raphael Aswin menjelaskan, imunostimulan yang baik mengandung Echinacea pupurea extract dan zinc picolinate. Kandungan Echinacea purpurea extract telah terbukti secara klinis dapat memodulasi system daya tahan tubuh dan mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut.

Sementara zinc picolinate berperanan aktif dan bekerja sinergis pada sistem daya tahan tubuh. Sehingga mencegah replikasi virus serta menstimulasi peningkatan sistem daya tahan tubuh dengan cara meningkatkan produksi monosit, yaitu bagian darah putih yang berperan dalam sistem daya tahan tubuh.

“Sehingga akan mempercepat proses penyembuhan bagi orang yang sudah sakit karena terinfeksi virus. Selain untuk pencegahan, imunostimulan juga dapat diberikan bersamaan dengan pengobatan dari dokter,” tegasnya. (jawa pos/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: