oleh

Future Search

Oleh : Nur Sang Adji

Karib saya Saleh Awal, anak muda kelahiran Desa Tonggolobibi Donggala. Saat sekarang, menjadi staf ahli salah satu anggota DPR RI. Dia menulis satu artikel dengan judul yang sangat menarik. Diangkat dari kearifan lokalnya tanah Bugis, “Lettu ko jolo, nappa jokka”. Makna bebasnya kurang lebih, “Tibalah duluan sebelum berangkat “.

Tahun 1998, karib saya yang lain, Dr Ahmad Rizal memperkenalkan wisdom sentences ini dalam diskusi persiapan proyek kerjasama UNTAD dgn UCE CEPI Canada. Proyek ini menyatukan kerja kolaborasi Universitas Tadulako dengan dua Universitas di Canada, Waterloo dan Kassel University. Rizal adalah Dosen Untad jebolan S2 dari salah saru University, Canada tersebut.

Pada saat itu, diperkenalkanlah satu pendekatan bernama “Searh Conferences” atau “Future Search”. Cerita lengkapnya bisa disasar lewat buku yang ditulis oleh Bruce Michel. Buku itu telah diterjemahkan oleh RIzal dkk. Buku yang berjudul, Environmental Management atau Pengelolaan Lingkungan Hidup tersebut sangat cocok untuk literatur ilmu lingkungan.

***
“Future Search” itu secara garis besar bermakna mencari masa depan. Tapi, secara hakiki adalah menghadirkan hari esok pada hari ini. “Tiba sebelum berangkat”. Falsafah lettu Ko Jolo Nappa Jokka”. Ketemu maknanya.

Dalam bukunya Michel itu, terdapat kutipan dari buku yang lain berjudul “Alice in wonderland”. Buku yang terakhir ini memberi pesan, “If you don’t know where you want to go, any road will take you there “. Kalimat ini menyindir kita yang boleh jadi, sering bergerak tanpa tujuan atau arah yang pasti.

***
Ilustrasi lain sebagai kebalikan, ditunjukan pada perjalanan Colombus yang memiliki tujuan pasti. Yaitu menuju ke timur, negeri Nusantara untuk memburu rempah. Tapi, Colombus tidak tahu arah jalan mana yang harus ditempuh. Karena beliau diperintah tidak boleh lewat Tanjung Pengharapan yang sangat ganas ombaknya. Maka kabarnya, tibalah dia, di satu Benua yang saat ini disebut Amerika.

Tahun 1996 saya menginjakan kaki di Pantai Catalunya, Barcelona Spanyol. Di pantai ini, berdiri kokoh patungnya Colombus. Manusia kesohor ini dipancangkan di tiang tinggi dengan posisi berdiri dan telunjuk yang mengarah ke satu arah. Ada yang bilang itu arah Benua Amerika. Tapi, ada juga yang bilang arah negeri kita, Nusantara. Saya tidak punya cukup waktu untuk memastikannya. Tapi yang jelas, mengarah pada satu tujuan.

***
Hemat saya, filosofi Lettu Ko Jolo ini mendapat relefansi yang sangat pas dengan kaidah “common vision”. Sesuatu yang diwajibkan bagi yang berhasrat jadi pemimpin. Hal yang mutlak harus ada dalam dokumen perencanaan pembangunan. Memprediksi masa depan dengan indikator dan keyakinan pencapaiannya.

Juga, hal yg demikian dalam maknanya, diletakan oleh pendiri HMI, Lafran Pane, dengan “Yakusa”, Yakin Usaha Sampai”. Orang Inggeris menyemangatinya dengan “Never give up” (pantang menyerah). Dan, orang Perancis bilang “Alez jusqua but” (“berjalanlah sampai di ujung”). Sebuah pelajaran tentang optimisme menuju atau mencari masa depan. Itulah searching the future atau future search. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed