oleh

Kades-Lurah Strategis untuk Perubahan, Digitalisasi Tantangannya

Oleh  Hasanuddin Atjo

Pesawat Garuda, GA 609 tujuan Palu-Jakarta take off on time 16.00 WITA. Tujuan menghadiri sosialisasi Perencanaaan e-Planning dan e-Budgetting 11 Februari 2020, sebagai tindak lanjut Pepres 39 tahun 2019 tentang satu data Indonesia dan Permendagri Nomor 70 dan 90, tentang Sistem Informasi Pembangunan Daerah, SIPD.

Sistem Perencanaan dan Penganggaran berbasis digital atau e-Planning dan  Budgetting akan dilaksanakan secara utuh di tahun 2021. Sehingga tahun 2020 merupakan tahapan sosialisasi tatacara penggunaan aplikasi sistem tersebut, dilanjut proses pengimputan sampai bagaimana monitoring, kendali dan evaluasi.

Ditambah lagi sistem ini akan diintegrasikan dengan aplikasi yang berbasis koordinat atau istilah kerennya GIS, Geospatial Information System yang akan menjamin akurasi data yang selama ini menjadi soal dan dikeluhkan terutama terkait data kemiskinan, ketimpangan, pengangguran dan stunting.

Persoalan ketersediaan jaringan maupun signal dari sejumlah operator telekomunikasi seluler di lokasi berdasarkan koordinat tidak perlu dipersoalkan lagi, karena aplikasi ini juga berbasis Hybrid. Artinya input saja sesuai koordinat yang ditetapkan, nanti akan terkirim dengan sendirinya ke servernya bila android atau smartphone yang digunakan mendapatkan signal.

Desa dan Kelurahan merupakan garda terdepan dari sistem pemerintahan kita, dan berperan penyelenggara terdepan dari visi misi dan program kerja dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma`ruf Amin. Sejumlah tantangan masih kita hadapi yaitu, pendapatan per kapita yang rendah, kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, stunting dan masalah sosial lainnya yang masih tinggi. Dan semakin ke wilayah timur kondisi ini semakin parah.

Indonesia hebat, atau Indonesia emas tahun 2045 menjadi harapan baru. Karena di tahun itu tingkat pendapatan perkapita meningkat dari 4000 dolar US di 2018 menjadi 23.000 dolar US di 2045. Pendapatan Negara naik dari 1 triliun dolar US jadi 7 triliun dolar US, memposisikan Indonesia di peringkat 5 dunia setelah China, AS, India dan Brasil.

Kesiapan sumberdaya manusia menjadi salah satu tantangan terberat untuk mewujudkan Indonesia emas itu, karena kita sudah berada di era Industri 4.0, era disrupsi, era digital bahkan sudah masuk ke Society 5.0.

Lurah, Kades, RW, RT dan perangkat lainnya akan berperan penting untuk itu karena merekalah yang berhadapan langsung dengan peluang dan tantangan itu. Sehingga harus menjadi program prioritas dan dipersiapkan. Mulai dari kriteria, cara rekruitmen sampai kepada standar pendapatan. Kalau ini bisa dipersiapkan, maka jabatan RT dan RW pun akan bergengsi dan diperebutkan.

Jepang dan Korea Selatan adalah contoh negara yang telah lama menerapkan sistem digital dalam penyelenggaraan pemerintahan hingga garda terdepan ( Kalau Indonesia Kelurahan, Desa serta Perangkatnya). Karena itu kedua negara itu maju dengan pesat, termasuk pengembangan industri pangan sudah berbasis digital yang dinamakan “Smart Farming”. Konsep seperti inilah menjadi salah satu contoh pengembangan industri pangan menuju Indonesia Emas 2045.

Pilkada 2020 merupakan kereta terakhir untuk melahirkan pasangan pimpinan daerah yang sarat dengan konsep yang implementatif dan terukur. Bila ini dapat direalisasikan, maka besar kemungkinan pasangan ini mampu mentransformasikan Visi-Misi dan program kerja dari Presiden dan wakil Presiden menuju Indonesia Hebat 2045. SEMOGA.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed