oleh

Penurunan Stunting Capai 34,4 Persen, 10 Desa di Parimo Dianggap Rentan

Kepala Dinas Perikanan Parimo, Efendi Batjo. Foto : Ist

PALU EKSPRES, PARIGI– Pencegahan penyakit gizi kronis atau stunting terhadap balita di Kabupaten Parigi Moutong (pParimo) merupakan salah satu program pemerintah daerah ini.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Parimo, Efendi Batjo kepada wartawan di Parigi, Sabtu 8 Februari 2020.

Dalam upaya pencegahan tersebut kata dia, pemerintah melibatkan sejumlah OPD teknis di antaranya, Dinas Ketahanan Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Dinas PU, Dinas Perikanan, dan Dinas Kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Parimo kata dia, terus mendorong masyarakatnya agar gemar makan ikan sebagai upaya mencegah kekurangan gizi akut atau stunting.

“Gemar makan ikan ditujukan kepada seluruh masyarakat, tetapi sasarannya adalah penanganan pencegahan stunting kepada balita dan ibu hamil,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dan ibu hamil jelas Efendi, maka masyarakat Parimo disarankan agar lebih banyak mengonsumsi ikan sebagai makanan tambahan dalam bentuk makanan olahan.

“Ikan memiliki nilai protein tinggi dibanding daging, disamping itu harganya relatif murah,” ucapnya.

Sektor perikanan Parimo menurutnya sangat potensial untuk mendukung pencegahan meningkatnya kasus kekurangan gizi akut terhadap balita. Sehingga, Pemerintah Kabupaten Parimo saat ini melakukan berbagai upaya membangun program untuk menurunkan angka stunting.

Lanjut dia mengatakan, dalam upaya pencegahan stunting Dinas Perikanan Parimo telah banyak melakukan sosialisasi gemar makan ikan. Baik itu ikan air asin maupun air tawar khusus untuk 10 desa yang dianggap rentan. Termasuk memberikan pelatihan kepada masyarakat cara mengolah ikan menjadi makanan olahan.

“Menu ikan tidak hanya disajikan dalam bentuk ikan bakar atau ikan goreng, tetapi kami lebih mendorong masyarakat berinovasi sehingga bisa disajikan dalam bentuk makanan olahan bervariasi,” jelasnya.

Dengan begitu kata dia anak dan balita tertarik untuk mengonsumsi olahan ikan tersebut. Penanganan stunting di Parimo tambahnya, perlu melibatkan banyak pihak. Karena prosentase penurunan stunting di Parimo saat ini berada pada angka 34,4 persen.

Diketahui, stunting terhadap bayi yang berakibat pada kekurangan gizi disebabkan beberapa faktor diantaranya, nutrisi bayi yang tidak memadai khusus pada 1.000 hari pertama kehidupan. (asw/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed