Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Investasi Sulteng 2019 Lampaui Target BKPM

0 8

PALU EKSPRES, PALU– Realisasi investasi di Sulteng tahun 2019 berhasil menembus angka Rp31,51triliun. Ini menjadi realisasi terbesar dari tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulteng Sandra L Tobondo menjelaskan realisasi ini meningkat sebesar 45,21persen dari 2018
yang hanya mencapai Rp21,7 triliun.

Realisasi investasi 2019 ini berhasil melampaui target yang ditetapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tahun 2019  yakni sebesar Rp20,08triliun. Atau terealisasi156,92persen.

Sandra menyebut, selain itu investasi periode ini berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 23.314 orang.

“Realisasi Investasi kali ini tercatat paling tinggi dari tahun sebelumnya di Sulteng,”kata Sandra dalam rilisnya yang diterima Palu Ekspres, Senin 3 Februari 2020.

Realisasi investasi Sulteng se Indonesia tahun 2018 masuk peringkat 11. Sedangkan tahun 2019 berhasil masuk 8 besar dari 10 besar se Indonesia.

Sementara peringkat realisasi investasi Sulteng untuk Kawasan Timur Indonesia (KTI) pada tahun 2018 hingga 2019  berada urutan 1 masih bertahan di peringkat 1.

Berikutnya realisasi investasi tingkat provinsi di Pulau Sulawesi.  Tahun 2018 sampai 2019 juga bertahan pada peringkat 1.

Sandra menyebut, lima kabupaten/kota dengan dengan nilai realisasi investasi terbesar terdapat di Kabupaten Morowali, Morowali Utara, Poso, Banggai dan Kota Palu.

Selanjutnya lima negara teratas dengan realisasi investasi terbesar di Tahun 2019 yaitu RRTiongkok sebesar Rp21,77 triliun atau 80persen. Hongkong RRT sebesar Rp2,42triliun atau 9persen. Singapura Rp2,12triliun atau 8persen. Taiwan Rp230,84 miliyar atau 1persen  dan Korea Selatan sebesar Rp227,48 miliar.

Untuk lima sektor usaha dengan nilai realisasi terbesar tahun 2019, antara lain, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp19,83 triliun atau 50persen.Listrik, gas dan air Rp6,33 triliun atau 20 persen.

Tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp2,20 triliun atau 7 persen.  Perumahan kawasan industri, dan perkantoran Rp.1,04 triliun atau 3persen dan industri kimia dan
farmasi Rp1,03 triliun atau 3persen.

Realisasi penanaman modal asing (PMA) terbesar berdasarkan sektor usaha terdapat pada lima sektor usaha. Yakni industri Logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya Rp19,82triliun atau 73persen. Paling besar adalah PT. Dexin Steel Indonesia Rp 8,5 Triliun.

PT. Indonesia Tsingshan Stainless Steel Rp4,9 Triliun, dan PT. Indonesia Ruipu
Nickel and Chrome Alloy Rp2,6 Triliun.

Kedua listrik, gas dan air Rp4,58 triliun atau 17persen. Yang terbesar adalah perusahaan Morowali Power Mandiri Rp. 976,3 Miliiar.

Ketiga perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp984,47 Miliiar atau 4 persen. Yang terbesar adalah PT. Indonesia Morowali Industrial Park Rp 651,1 Miliiar.  Kemudian
PT. Transon Bumindo Resources Rp. 284,6 Miliiar.

Keempat adalah industri kimia dan farmasi yakni Rp. 966,63 Miliiar atau 4persen.  Yang terbesar adalah PT. Indonesia Tsingshan Stainless Steel Rp487,8 Miliyar dan PT. Panca Amara Utama Rp 360,9 Miliiar.

Terakhir transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar Rp374,95 Miliar atau 1 persen. Yang terbesar adalah PT. Trans Yeong Maritime sebesar Rp. 226,8 Miliar dan PT. Bintang Delapan Mineral  Rp126,5 Miliar.

Sedangkan capaian realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) terbesar berdasarkan sektor usaha antara lain dengan nilai terbesar adalah tanaman pangan, perkebunan dan peternakan sebesar Rp2,19 triliun atau 49persen. Yang
terbesar adalah PT. Agro Nusa Abadi sebesar Rp886,9 Miliyar.

Kemudian listrik, gas dan air sebesar Rp1,75 Triliun atau 40persen. Yang terbesar adalah PT. Poso Energy yaitu Rp1,42 Triliun.

Terakhir adalah perdagangan dan reparasi sebesar Rp154,52miliyar atau 3persen. Yang terbesar adalah PT. Asbuton Jaya Abadi sebesar Rp98,8milyar. (*/mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: