Bacaan Utama Masyarakat Sulteng
PT IMIP
PT IMIP

Lulusan STAH Diharap Mampu Menerapkan Ilmunya di Masyarakat

0 16

PALU EKSPRES, PALU– Sebanyak 21 orang mahasiswa/i Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) mengikuti proses wisuda bertempat di aula kampung nelayan, Kamis 30 Januari 2020.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusli Dg Palabbi SH, MH mengawali sambutannya menyambut baik atas keberhasilan para wisudawan STAH. “Saudara-saudara telah menjadi seorang yang memiliki ketaatan, bhakti dan berintelektual serta profesional, yang kelak menjadi seorang peneliti dalam bidang agama khususnya pendidikan agama hindu,” sebut Wakil Gubernur.

Dari bidang tersebut diharapkan mampu memperoleh temuan-temuan yang bermanfaat dalam mengaplikasikan ilmu kependidikan di masyarakat,

“Semoga keberadaan saudara-saudara akan memberi warna baru dalam meningkatkan pendidikan keagamaan disulawesi tengah.
Olehnya itu, saya berharap agar kemajuan tersebut tidak menjadi keberhasilan sesaat, akan tetapi terus dilakukan upaya peningkatan secara terus-menerus sejalan dengan makin berkembangnya dunia pendidikan saat ini,” kata Wagub Sulteng.

Dikatakannya, proses wisuda, memiliki makna penting. Karena, setiap lulusan di perguruan tinggi sudah tentu menciptakan kader-kader yang profesional di bidangnya. Karena bidang pendidikan agama Hindu masih terus dibutuhkan, dan tentu saja mutunya perlu di tingkatkan. Karena kehidupan umat beragama saat ini membutuhkan upaya-upaya ke arah pembinaan dan bimbingan lebih baik yang sejalan dengan kaidah-kaidah agama itu sendiri.

Wagub Rusli berharap para alumni mampu mengemban tugas dengan baik, dan menerapkan sumber daya sesuai dengan keahlian yang dimiliki, dalam membangkitkan kembali kehidupan umat beragama yang rukun dan harmonis khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah.

Wagub Rusli mengakui untuk mencapai apa yang para wisudawan hari ini raih, tidaklah mudah, perlu kerja keras, kesabaran dan juga materi yang tak terbilang nilainya.

Sementara itu Ketua Yayasan Dharma Kerti, I Ketut Wiyana, S.Sos, M.Si menyampaikan STAH DS sejak tahun 2008 telah mewisuda 279 orang.

Ia berharap para mahasiswa yang telah diwisuda agar jangan langsung pergi dan melupakan STAH, akan tetapi jadikanlah sebagai rumah kedua.

“Setelah ini ini segeralah bergabung dengan masyarakat ingat bahwa ilmu yang saudara dapat di kampus itu baru 30% saja masih ada 70% lagi yang harus saudara gali di luar karena itu bahwa ulah di masyarakat sebab orang dikatakan berhasil kalau bisa berkarya untuk masyarakat,” ujarnya. (**/fit)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: