Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Semua Tugas Selesai Kecuali “Tugas Pokok”

0 10

Oleh Hasanuddin Atjo

PESAWAT Batik Air ID 6233 rute Palu-Makassar di Minggu siang, sekitar pukul 13.00 WITA berputar beberapa kali di atas bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, untuk proses landing.

Dikarenakan jarak pandang pilot yang terbatas akibat hujan lebat disertai angin kencang yang memang lagi musimnya menyebabkan menara pengawas mengarahkan pesawat berpenumpang 80-an orang bersama krew, ke Bandara terdekat yaitu Sepinggan Balikpapan International Airport, untuk menunggu cuaca di Bandara Hasanuddin Makassar bersahabat.

Karena lama menunggu di dalam pesawat, iseng membuka android untuk mengetik di fasilitas catatan tentang pengalaman mengamati dan menganalisis performance pejabat eselon (tiga dan empat) ketika bertugas sebagai pejabat struktur di Sulawesi Selatan maupun di Sulawesi Tengah.

Kesimpulan yang diperoleh dari pengamatan itu bahwa ada tiga kategori pejabat Aparatur Sipil Negara, (dulu PNS dan sekarang ASN).

Pertama kategori lompatan dengan persentase sekitar 20 persen. Kedua kategori normatif dengan persentase sekitar 40 persen dan. Ketiga kategori asal bapak senang, ABS dengan persentase 40 persen. Kategori ketiga ini kemudian populer dengan sebutan “ semua tugas selesai kecuali tugas pokok”

Kategori pertama, selain memahami dan mampu melaksanakan tugas pokoknya, juga memiliki ide lompatan untuk memajukan bidang tugasnya, dan boleh disebut berorientasi outcome. Selanjutnya kategori kedua yang penting tugas pokoknya sudah dilaksanakan, dan kurang tertarik memikirkan pengembangan bidangnya dan boleh disebut lebih berorientasi Output. Kategori ketiga cenderung ada di mana-mana dan kurang peduli dengan tugas pokoknya. Tidak berorientasi output juga tidak outcome.

Industri 4.0 dan Society 5.0 yang ditandai dengan penggunaan digitalisasi dan perubahan yang tidak terlihat yang begitu cepat dan disebut dengan era distrupsi menuntut SDM yang adaptif, inovatif dan update. Menuntut ASN dengan kategori lompatan. Bila tidak, maka sejumlah daerah akan tertinggal.

Pemerintah pada hakekatnya memiliki tugas memberi pelayanan kepada masyarakat. Karena itu , pemerintah ada, karena ada masyarakat yang mau dilayani. Ada tujuh bidang pelayanan yang harus dilaksanakan yaitu:

Pertama, menjamin keamanan negara terhadap gangguan dari luar, dan dari dalam yang bisa menggulingkan pemerintahan yang sah.

Kedua, memelihara ketertiban dengan mencegah konflik antar warga agar perubahan apapun yang terjadi di dalam masyarakat dapat berlangsung damai.

Ketiga, menjamin perlakuan yang adil kepada setiap warga tanpa membedakan status apapun mereka.

Keempat, melakukan pekerjaan umum dan memberi pelayanan dalam bidang yang tidak mungkin dikerjakan oleh lembaga non-pemerintah; seperti pembangunan jalan, penyediaan fasilitas pendidikan yang terjangkau oleh mereka yang berpendapatan rendah, pelayanan pos dan pemcegahan penyakit menular.

Kelima, upaya meningkatkan kesejahteraan sosial, membantu orang miskin dan memelihara orang-orang cacat, jompo dan anak-anak terlantar, menampung serta menyalurkan para gelandangan ke sektor kegiatan yang produktif, dan semacamnya.

Keenam, menerapkan kebijakan ekonomi yang menguntungkan masyarakat luas, seperti kendali laju inflasi, mendorong penciptaan lapangan kerja baru, memajukan perdangangan domestik dan antar bangsa, serta kebijakan lain yang secara langsung menjamin penigkatan ketahanan ekonomi negara dan masyarakat.

Ketujuh, pemeliharaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Mendorong penelitian-pengembangan pemanfaatan sumber daya alam yang seimbang antara exploitasi dan reservasi.

Berkaca dari tujuh tugas pokok Pemerintah dikaitkan dengan kondisi sumberdaya ASN yang dimiliki, ditambah lagi dengan tuntutan era digital dan distrupsi yang begitu masif. Peran dan kualitas, serta kepedulian pemimpin daerah sangat-sangat menentukan untuk bisa menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Terutama tugas mempersiapkan sejumlah ASN dengan kategori lompatan yang berorientasi outcome.

Pilkada yang akan dilaksanakan serentak di September 2020 untuk memilih pemimpin daerah menjadi momentum penting untuk melahirkan pemimpin dengan karakter penerobos batas, mampu melihat di balik bukit, berpikir multi dimensi dan mampu melepaskan tendangan ke gawang lawan meski “ruang tembak yang sempit”. Pemimpin seperti itu harus membangun dan memiliki knowledge, skill dan attitude yang mumpuni.

Peran partai pengusung, rakyat sang pemilik hak suara, serta lembaga penyelenggara Pilkada sebagai “rahim politik” atas lahirnya pemimpin berkualitas menjadi faktor kunci, menjadi faktor yang menentukan.

Tepat pukul 16.30 WITA pesawat Batik Air ID 6233 landing kurang mulus di Bandara Sultan Hasanudfin. Inilah kuasa Ilahi. Bahwa manusia merencanakan dan Tuhan lah yang menentukan segala sesuatunya. Semoga ada manfaat. ***

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: