Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Parimo Bakal Terima KUR Rp 200 Miliar

0 15

PALU EKSPRES, PALU – Diperkirakan kurang lebih 2 tahun lagi warga akan berimigrasi dari Jakarta ke Kalimantan. Karena Ibu Kota Negara Indonesia nantinya akan berpindah ke Kalimantan.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Dr. Nasrullah saat melakukan kunjungan di Kabupaten Parimo, tepatnya di Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Parimo, Minggu 12 Januari 2020.

Menurut dia, pindahnya Ibu kota Negara ke Kalimantan, Sulawesi Tengah khususnya Parigi Moutong akan menjadi penyangga pangan di Ibu Kota Nagara.
Saat ini kata dia, daging di Indonesai 40 persen masih impor, setara dengan 1,4 juta ekor sapi. Jika Indonesia tidak bergerak cepat maka akan terus dijajah oleh produk impor.
“Kalau Indonesia tidak bergerak cepat maka dijajah terus oleh impor, target bapak menteri di akhir periode beliau maka impor kita akan jadi nol,” ujarnya.
Dan pertanyannya kata Nasrullah, di mana mau dikembangkan ternak ini. Tetapi berdasarkan kaledo yang ada di sini maka ia yakin Sulteng adalah potensi pengembangan ternak yang terkuat di Indonesia.
Untuk penyangga pangan di Ibu Kota Negara nantinya yang keluar dari Sulteng lanjut dia, bukan sapi, bukan kambing atau ayam, tetapi daging.
“Di sini kita akan lakukan hilirisasi dan industrinya sampai ke hulu dengan menggunakan dana kredit usaha rakyat (KUR) yang hari ini kita putuskan senilai Rp 200 Miliar untuk Kabupaten Parigi Moutong, silahkan dihabiskan,” ungkapnya.
Sebab, jika sapi atau kambing yang akan dikirim ke Kalimantan Timur maka banyak hal yang akan terjadi seperti permainan harga, penyusutan berat badan dan lainnya.
“Tetapi kalau sudah berbentuk daging, telur yang dikirim ke sana maka penyusutan dan lain-lain itu hampir tidak ada,” ujarnya.
Pantauan media ini dalam kunjungan tersebut, Dirjen Kementan membawa sejumlah bantuan untuk masyarakat petani di Parimo. Adapun bantuannya sebagai berikut, sapi 200 ekor, kambing 400 ekor, babi 200 ekor.

Selanjutnya, kombine 10 unit, tractor 4 roda 30 unit, pompa air 25 unit, escafator mini 1 unit, bibit bawang merah untuk 100 hektare, bibit bawang putih 50 hektar, aneka cabai 250 hektare, dan benih jagung 10 hektare.(asw)

 

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: