Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Perubahan Mindset, Biasakan yang Benar

0 11

Oleh Hasanuddin Atjo (Ketua Ispikani Sulteng)

PERUBAHAN Mindset atau Paradigma terlalu sering didengar di berbagai kesempatan. Apakah di media elektronik, cetak, dalam seminar maupun workshop atau dalam sejumlah sambutan yang biasa diikuti.

Pertanyaannya kemudian bagaimana cara mengubah mindset atau paradigma itu. Berbagai teori dapat dibaca dari sejumlah referensi, bahkan tersedia setiap saat kapan saja dibutuhkan melalui Google searching, atau pencarian melalui fasilitas internet di situs Google.

Satu ketika di saat mengambil pimpinan apel kerja pagi, sudah satu kebiasaan memberikan arahan kepada peserta apel kerja. Sementara memberikan arahan, tiba-tiba beberapa staf yang terlambat ikut masuk dalam barisan dan memarkir kendaraannya di depan pintu masuk.

Sudah menjadi kebiasaan untuk tidak mempersoalkan lagi yang datang terlambat, karena sudah tentu mereka menyadari bahwa itu keliru. Menjadi pertanyaan kemudian bagaimana cara memberi teguran agar mereka merasa tidak terusik, karena umumnya mereka sudah pada dewasa.

Kemudian saya melanjutkan arahan dengan menyampaikan sebuah pernyataan bertanya yaitu apa beda antara “membenarkan yang biasa dan membiasakan yang benar”. Saya menunggu beberapa saat, tapi tidak ada satupun yang memberikan respon. Dalam pikiran mungkin mereka tidak menyangka ada pertanyaan sederhana yang hanya di balik, tetapi menjawabnya perlu sedikit analisis karena tidak ada di teori meski kita mencari di mesin Google. Dan kalau ada sifatnya umum.

Saya kemudian menjelaskan bahwa datang terlambat mengikuti apel kerja ditambah memarkir kendaraan di sembarang tempat merupakan kebiasaan yang salah. Sedang datang tepat waktu, parkir kendaraan di tempatnya serta mengikuti apel kerja adalah kebiasaan yang benar. Saya tambahkan contoh lagi bahwa kemarin usai apel pagi ada salah satu staf keluar dengan mengendarai roda dua. Saya bertanya mau ke mana pak? dan dijawab olehnya mau ke bank Syariah pak yang kebetulan berada di seberang jalan dua ratusan meter. Saya bertanya lanjut dengan tertawa kecil tidak pakai helm itu pak?. Hanya dekat pak…, oh iya silahkan pak sambil saya tersenyum.

Saya melanjutkan arahan bahwa membenarkan kebiasaan yang salah akan menghambat kemajuan dan membiasakan yang benar akan menjadi modal kemajuan. Karena itu perubahan Paradigma atau mindset itu sesungguhnya sederhana, yaitu membiasakan yang benar bukan membenarkan yang biasa. Peserta apel kerja ada yang tersenyum, tertawa dan ada juga yang mengangguk-angguk kepalanya tanda setuju.

Saya menambahkan arahan lagi bahwa sebuah lembaga apakah pemerintah atau swasta akan maju bila terbangun sebuah keteraturan. Dari keteraturan akan muncul kenyamanan dan selanjutnya meningkatkan kinerja. Meningkatnya kinerja akan berdampak terhadap kesejahteraan. Termasuk kesejahteraan anda. Demikian, terimakasih siapkan barisan. SEMOGA

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: