oleh

Kanker Getah Bening Bisa Sembuh Kembali

PALUEKSPRES, JAKARTA – Aktris Ria Irawan akhirnya “menyerah” setelah berjuang melawan penyakit kanker getah bening selama kurang lebih 5 tahun, yaitu sejak tahun 2014. Ria menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin subuh (6/1) setelah menjalani perawatan di RSCM, Jakarta.

Sebenarnya kanker itu sudah dinyatakan bersih sejak awal tahun 2019. Namun belakangan dikabarkan kembali menggerogoti tubuh artis yang populer di era 1980-1990-an itu. Apa saja sebenarnya jenis kanker yang menyerang Ria dan membahayakan nyawa manusia ini?

Jawapos.com pernah menuliskan bahwa salah satu jenis kanker tersebut bernama Limfoma Hodgkin (LH). Kanker ini biasanya menyerang kelenjar getah bening yang terletak di leher dan kepala.

Pasien kanker Limfoma Hodgkin mempunyai harapan kesembuhan yang cukup tinggi hingga mencapai 80 persen dengan pengobatan yang tersedia. Namun, dari penelitian, tiga dari total 10 pasien kanker ini akan mengalami kekambuhan pada tahun pertama sehingga membutuhkan pengobatan yang lebih agresif namun tetap aman.

Ria Irawan adalah salah satu orang yang harus kembali memerangi kankernya yang kambuh.

“Sebanyak 80 persen kanker kelenjar getah bening merupakan limfoma non hodgkin, sementara 20 persennya adalah hodgkin,” kata Ketua Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia (PHTDI) dr. Tubagus Djumhana A, Sp.PD-KHOM, FINASIM, dalam diskusi di Jakarta, Rabu (13/11) dikutip dari Jawapos.com Senin (6/1)

Kedua jenis kanker itu disebabkan oleh sel kanker yang menyerang sel darah putih di kelenjar getah bening. Letaknya bisa di kepala, leher, ketiak, tulang selangka dan paha.

Untuk kasus Ria Irawan, ia mengalami kekambuhan pada kelenjar getah bening. Itu karena sel kanker yang sempat disangka sudah musnah ternyata hanya tidur dan tidak mati sepenuhnya.

“Semua kanker secara umum tidak bisa sembuh total. Bisa mengalami kekambuhan. Bisa karena perubahan kromosom, gen, paparan kimia dan radiasi, dan imunitas rendah,” kata Tubagus.

Guna mencegah kanker kambuh dengan kondisi lebih ganas, perlu dilakukan pemantauan rutin setiap enam bulan sekali ketika pasien dinyatakan sembuh. Tentunya setiap pasien harus mengikuti pola hidup sehat.

Dokter Spesialis Hematologi Onkologi Medik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, SpPD-KHOM, M.Epid, menjelaskan kekambuhan pasien kanker Limfoma Hodgkin memang bisa terjadi. Dia juga mengingatkan agar masyarakat berpikir dua kali ketika berniat menjalani pengobatan alternatif non medis.

“Tidak hanya terapi target tetapi ada bersama obat lain. Ini teknologi dan metode baru. Jangan cari obat alternatif. Namanya alternatif berarti kan selain yang utama, maka belum pasti efeknya,” tegasnya.

(aaa/jwp/pe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed