Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

2019, Total Kucuran Bantuan Telkom ke Mitra Binaan di Sulteng Rp 1,35 Miliar

0 85

PALU EKSPRES,  PALU– PT. Telkom Wilayah Telekomunikasi (Witel) Sulawesi Tengah di triwulan IV ini kembali menyalurkan dana bantuan bagi 24 mitra binaannya di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (5/12/2019). Total dana yang disalurkan kali ini Rp450 Juta.

Sebelumnya, pada triwulan (TW) I pada tahun yang sama, PT Telkom Witel Sulteng juga telah menyalurkan dana Rp300 juta kepada 9 mitra binaan CDC dan RKB Telkom. Selanjutnya pada triwulan (TW) II, PT Telkom Witel Sulteng juga telah menyalurkan dana Rp300 juta kepada 10 mitra binaan CDC dan RKB Telkom. Kemudian pada TW III tahun yang sama menyalurkan bantuan Rp300 Juta untuk 16 mitra binaan.
Dengan demikian, hingga TW IV 2019 ini, total dana yang telah disalurkan perusahaan plat merah ini dalam bentuk dana bergulir kepada 59 mitra binaannya di Sulteng sebesar Rp1.350.000.000.

“Jumlah penerima dana bergulir dari Telkom di Sulteng TW IV ini terus meningkat dari 9 mitra binaan, lalu 10 mitra binaan, kemudian 16 mitra binaan dan akhir tahun ini sebanyak 24 mitra binaan,” kata Manager HR dan CDC PT Telkom Witel Sulawesi Tengah, Mahyudin Usman Piu mewakili General Manager PT Telkom Witel Sulawesi Tengah, Ichwan Muhammadiyah pada seremoni penyaluran program kemitraan dan pembekalan calon mitra binaan Telkom Witel Sulteng-Palu, Kamis (5/12/2019), di Rumah Kreatif Telkom Witel Sulteng, Kota Palu.

Mahyudin mengatakan, kucuran dana bergulir yang paling besar pada TW IV ini, di sektor industri, total dana yang dikucurkan adalah Rp 255 Juta bagi 15 mitra binaan. Selanjutnya di sektor jasa sebesar Rp 135 Juta bagi 3 mitra binaan, dan terakhir sektor dagang sebesar Rp 60 juta bagi 6 mitra binaan.

“Kalau sebelumnya di TW III sektor jasa yang paling banyak kucuran dananya, mencapai Rp 145 Juta bagi 5 mitra binaan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Mahyudin meminta kepada mitra binaan untuk mengedepankan sikap 3S. Sukses Penyaluran, Sukses Pemanfaatan, dan Sukses Pengembalian.
“Jangan nantinya sukses penyaluran tapi tidak sukses pengembalian karena bantuan yang dikucurkan tidak sesuai pemanfaatannya,” ujarnya.


Terlebih lagi katanya, PT. Telkom memberikan kelonggaran bagi mitra binaan untuk mengaangsurnya dengan tenor maksimal 24 bulan atau 2 tahun.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan testimoni bagi calon mitra binaan yang diwakili oleh Ibu Sunarsih. Ibu yang berjualan nasi kuning di Jalan Kancil III ini menuturkan kisah suksesnya mengkuliahkan anak tertuanya hingga tamat S2 di Makassar, Sulawesi Tengah, hasil dari berjualan nasi kuning.
Di akhir sesi seremoni penyerahan dana bantuan berkahir, juga dilaksanakan kegiatan pembekalan bagi 24 mitra binaan berupa pendidikan karakter yang disampaikan oleh Sekretaris Forum CSR Sulteng, H. Mansur Baadi, SE.

Mansur Baadi mengatakan, kunci utama untuk meraih kesuksesan adalah pada kejujuran.
“Jika anda berpegang teguh pada kejujuran, itu berarti anda mempersiapkan diri anda untuk sukses,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penelitian kata Direktur Eksekutif Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulteng ini, kesuksesan seseorang itu bukan didasari faktor kecerdasan. Betapa banyak orang yang memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata, namun dalam karirnya tidak terlihat begitu sukses. “Kecerdasan itu menempati urutan ke-30 sebagai faktor pendukung kesuksesan seseorang,” katanya.

Sekaitan dengan sifat jujur tersebut tambahnya, para mitra binaan PT. Telkom ini tentunya juga harus memegang teguh sifat jujur tersebut. Karena dengan sifat jujur itu, berarti para mitra binaan Telkom sudah mempersiapkan dirinya untuk sukses.

Sebelumnya, General Manager PT Telkom Witel Sulawesi Tengah, Ichwan Muhammadiyah pada penyerahan dana bantuan PT. Telkom di TW III menjelaskan kriteria calon mitra binaan Telkom adalah warga yang memiliki usaha, misalnya dalam bentuk UKM yang sudah berjalan.
“Jadi kita sangat ketat saat mengassesment calon mitra binaan, jangan sampai terjadi calon mitra binaan tidak memiliki usaha,” ujarnya.

Menurut Ichwan, mengapa pihak PT Telkom memberlakukan kriteria yang ketat untuk menjadi calon mitra binaan. Sebab, ketika dana bergulir tersebut mandek di salah satu mitra binaan, secara kolektif akan mempengaruhi penerima manfaat berikutnya. Terlebih lagi, jumlah dana yang dialokasikan pada tahun berikutnya untuk para mitra, akan berkurang. Karena persentasi pengembalian dana bergulir tersebut menjadi indikator kinerja terhadap layak tidaknya jumlah dana bergulir ditambah di suatu daerah. (fit/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: