Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Bantaran Sungai Palu Butuh Penerangan Jalan

0 8

DISKUSI – Anggota DPRD Palu, Sucipto S Rumu melaksanakan Reses di Jalan Kalora Kelurahan Nunu Kecamatan Tatanga. Foto: Istimewa.

PALU EKSPRES, PALU– Masalah minimnya penerangan jalan umum (PJU) di bantaran sungai Kelurahan Nunu Kecamatan Tatanga Palu mengemuka dalam Reses Anggota DPRD Palu, Sucipto S Rumu, Senin 2 Desember 2019.

Ilham, salahsatu warga yang hadir mengaku ketiadaan penerangan jalan dikawatirkan bisa memicu terjadinya tindakan kriminal bahkan dapat menjadi tempat untuk melakukan perbuatan tidak senonoh.
“Khususunya bantaran yang ada di seputaran tanggul kolam pemancingan Nosarara. Sebab ditenggarai di tempat tersebut rawan terjadi perbuatan tidak senonoh dan tindakan kriminalitas,” kata Ilham.

Menurutnya, di lokasi yang dimaksud, dulunya pernah ada lampu jalan bertenaga surya. Yang terdapat di sepanjang jalan bantaran sungai kolam pemancingan tanggul nosarara.
“Pascabencana, komponen lampunya habis dijarah. Akibatnya di tempat itu sekarang menjadi gelap gulita,”beber Ilham.

Selanjutnya aspirasi terkait kanal air di jalan Sungai Sadan. Ilham mengatakan canal air saat ini mengalami endapan sedimentasi yang cukup tinggi dan perlu segera dikeruk.
“Karena ketika hujan sedang saja, air dari canal meluap hingga ke jalan bahkan masuk ke rumah warga,” ujarnya.

Selanjutnya mewakili warga sekitar bantaran sungai, Ilham meminta pemerintah memperhatikan kolam pemancingan tanggul Nosarara di bantaran sungai Palu. Karena saat ini sirkulasi air di kolam tidak lagi hygienis. Disebabkan karena drainase tempat pembuangan limbah rumah tangga, hingga industri kecil lainya, masuk dan mencemari habitat ikan air tawar di kolam pemancingan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Palu, Iskandar Arsyad yang ikut dalam Reses menjelaskan, anggaran pengengeruk sendimen sudah tersediq di Dinas PU dengan sistim swakelola. Tahun 2020 Pemkot Palu katanya akan melaksanakan program normalisasi saluran air kawasan. Untuk wilayah barat Palu, total anggaran perbaikanya sebesar Rp15 milyar.

Terkait tidak hygienisnya air yang ada di kolam pemancingan Nosarara Kelurahan Nunu, Iskandar mengaku akan berupaya menyelesaikan polemik tersebut. Dengan mengalihkan air yang berasal dari saluran di jalan Sungai Sadan agar tidak masuk ke kolam pemancingan. Kemudian mengalirinya dari sumber mata air Bobo.
“Untuk penerangan jalan di bantaran tanggul pemancingan Nosarara, kami akan upayakan,” sebutnya.

M Nur Larisa, pejabat Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Palu menambahkan, tahun 2020 nanti , Pemkot Palu mencanangankan program penerangan jalan umum menggunakan sistim lampu LED.
“Sebanyak 18.000 titik yang akan menggunakan lampu tersebut. Termasuk bantaran sungai Palu,”ungkap M Nur Lasira.

Sementara, anggota Komisi C DPRD Palu, Sucipto S Rumu menjelaskan bahwa Reses merupakan penjaringan aspirasi dari masyarakat. Namun, tidak semua keluhan permintaan direalisasikan.

Karena terbatasnya Anggaran Pendapatan Belanja (APBD) kota Palu. Pasca bencana alam, diprioritaskan hal yang paling urgen menyentuh langsung kemasyarakat. “Dalam reses pada malam hari ini, terdapat dua poin yang akan direalisasikan tahun 2020. Yaitu penerangan dan perbaikan kolam pemancingan, serta pengerukan sendimen kanal air di Kelurahan Nunu, ” demikian Sucipto. (mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.