Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Kasus Pembunuhan Wanita di Palolo, Polisi  Kirim Sampel Darah Saksi ke Mabes Polri

0 16

PALU EKSPRES, SIGI– Upaya mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap wanita berinsial SA alias TR (52) yang ditemukan tidak bernyawa di Dusun III Desa Lembatongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, terus dilakukan jajaran Satreskrim Polres Sigi.

Satreskrim Polres Sigi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi penemuan mayat tersebut. Saat ini sejumlah petunjuk tengah dikumpulkan. Bahkan beberapa bukti telah dikirim ke Puslabfor Mabes Polri.

Korban SA merupakan warga Dusun IV, Desa LembangTongoa, Kecamatan Palolo yang keseharian bekerja sebagai petani. Berdasarkan keterangan para saksi yang dihimpun polisi menyebutkan, pada hari Senin 23 September 2019 sekitar pukul 16.00 Wita, korban pamit kepada cucunya untuk mencari kayu bakar di kebun miliknya yang berjarak sekira 300 meter dari rumahnya. Namun hingga malam hari, korban tidak kunjung kembali hingga akhirnya warga berinisiatif melakukan pencarian.

Upaya pencarian korban hingga pukul 24.00 Wita, dan pada hari itu tidak membuahkan hasil sehingga pencarian dihentikan sementara.
Pada keesokan harinya pencarian dilakukan kembali, hingga akhirnya korban berhasil ditemukan dengan posisi berada di tepian jurang dengan kepala bagian bawah penuh luka. Korban juga ditemukan dalam keadaan setengah telanjang.
Saat itu korban ditemukan oleh lelaki TL dan AR yang kemudian bersama warga lainnya melakukan evakuasi korban ke rumah duka.

Berdasarkan hasil olah TKP sementara yang dilakukan polisi menyebutkan, di sekitar lokasi penemuan korban ditemukan ceceran darah dan adanya bekas korban diseret. Di sekitar TKP ditemukan juga adanya ceceran sperma, tepatnya di tumpukan kayu bakar yang diduga sebagai posisi awal korban sebelum diseret dan dibawa ke tepian jurang. Terdapat pula batu kali dengan ukuran dua kepalan tangan orang dewasa yang berlumuran darah.

Hasil visum yang dilakukan oleh dokter dr Dewi, dokter umum pada Puskesmas Banpres menyatakan, adanya trauma pada bagian kepala korban akibat benturan benda tumpul. Terdapat pula bekas cekikan di leher korban termasuk luka seret pada pinggul belakang korban. Pada bagian leher sebelah kiri terdapat luka lebam, demikian pula pada bagian telinga terdapat luka. Bahkan, pada bagian kemaluan korban ditemukan adanya cairan putih yang diduga merupakan sperma pelaku.

Pihak keluarga saat itu menolak untuk dilakukan visum dalam outopsi sehingga kemudian dibuatkan surat pernyataan penolakan visum dalam outopsi. Olah TKP yang disaksikan sejumlah warga itu dipimpin langsung Kasat Reskrim melibatkan KBO Reskrim Ipda Rusman, Kapolsek Palolo IPTU J Sagala, personil Inafis, Kanit Buser bersama anggotanya serta unit Intel Polres Sigi.
“Terkait kasus itu saat ini sedang kita lakukan penyelidikan, kita sudah melakukan olah TKP di tempat kejadian. Saat ini sudah sekitar 11 saksi kita periksa bahkan beberapa diantaranya kita ambil sampel darah mereka untuk kemudian kita cocokkan di Puslabfor Mabes Polri,” terang Kapolres Sigi AKBP Andi Batara Purwacaraka, Selasa, 3 Desember 2019.

Pekan ini rencananya Polres Sigi akan mengirimkan sampel darah sejumlah saksi yang dicurigai. Sampel darah itu nantinya akan dicocokkan dengan cairan putih yang diduga sperma yang ditemukan di kelamin korban dan yang berada di TKP.
Kapolres Sigi berharap pihak keluarga bersabar karena saat ini polisi tengah melakukan penyelidikan.
“Kasus ini menjadi perhatian serius kita untuk segera bisa terungkap dan memberikan kepastian hukum kepada korban dan pelaku,” ungkap Kapolres. (mg4/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.