Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Tolitoli Tak Boleh Sekedar Bergantung Komoditas Cengkeh

0 4

PALU EKSPRES, PALU – Komunikasi yang efektif merupakan salahsatu strategi mengendalikan inflasi. Dengan pemahaman yang tepat dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kestabilan harga, maka tujuan kebijakan pengendalian inflasi yang oleh Tim Pemgendali Inflasi Daerah (TPID) akan lebih mudah untuk dicapai.

Untuk hal diatas, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah (BI Sulteng melaksanakan rangkaian kegiatan komunikasi daerah di Kabupaten Tolitoli dan Buol pada November 2019 silam.

Rangkaian kegiatan komunikasi diawali rapat koordinasi TPID pada tanggal 20 November 2019. Rapat tersebut untuk memperkuat pemahaman serta memperkaya strategi TPID Tolitoli dalam menjaga kestabilan harga di daerah.

Kepala BI Sulteng, Abdul Madjid Ikram dalam rapat menekankan bahwa Kabupaten Tolitoli tidak boleh hanya menggantungkan pendapatan daerah pada komoditas cengkeh saja. Karena produk turunan cengkeh belum memiliki variasi penggunaan. Sehingga harganya sangat bergantung permintaan perusahaan rokok.
“Perlu variasi hasil produksi dan diversifikasi produk turunan dari produk di Tolitoli,”kata

Kepala BI Sulteng menegaskan peran OPD meningkatkan sinergi dalam pengendalian inflasi di Tolitoli merupakan faktor penting. Misalnya peran dinas ketahanan pangan dalam memastikan produktivitas pertanian dan menjaga ketersediaan pangan. Dinas Pekerjaan Umum (PU) mempercepat perbaikan infrastruktur untuk melancarkan distribusi barang. Namun saat melaksanakan perbaikan infrastruktur, PU diharap menginformasikan ke petani dan distributor. Karena kemungkinan besar pengerjaan dapat menghambat alur distribusi barang.
“Para pelaku usahapun dapat merencanakan jadwal pengadaan barangnya dengan lebih baik,”jelasnya.

Peran Satgas pangan dalam memastikan perilaku penimbunan barang juga sangat diperlukan agar tidak terjadi kelangkaan barang. Madjid berharap Kabupaten Tolitoli dimasa mendatang dapat melakukan pemantauan rutin yang didukung dengan perhitungan harga. “Khususnya untuk komoditas strategis agar TPID dapat menentukan langkah yang lebih akurat dalam mengendalikan harga serta memastikan masyarakat Tolitoli dapat memenuhi kebutuhan utama,”jelasnya.

Selain komunikasi daerah, BI Sulteng juga melaksanakan Program BI mengajar yang dirangkai Peresmian Bi Corner. Membangun komunikasi dengan kalangan pemuda agar menjadi agen perubahan bagi keluarga dan lingkungannya serta calon pemimpin masa depan.

Kegiatan tersebut digelar Q1 di SMAN 1 Tolitoli pada tanggal 20 November 2019. Dalam kesempatan ini Kepala BI Sulteng menyampaikan materi seputar ekonomi digital yang didalamnya mencakup konsep dasar ekonomi digital. Peluang-peluang yang dimunculkan dalam ekonomi digital serta peran BI dalam mendukung perkembangan ekonomi digital.(mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.