Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

KPU Palu Gagas Kursus Singkat Kepemiluan

0 10

PALU EKSPRES, PALU- KPU Kota Palu menggagas pogram kegiatan kursus singkat kepemiluan (Election Shortcourses). Ini merupakan gerakan sosial untuk mendongkrak partisipasi dan kualitas pemilih dalam menggunakan hak pilihnya.

Program ini nantinya melibatkan peran serta masyarakat seluas-luasnya.

Ketua KPU Palu, Agussalim Wahid menjelaskan dalam kursus singkat peserta akan dibekali ilmu kepemiluan. Dengan harapan peserta nantinya menjadi pelopor (pioneer) demokrasi dengan membentuk komunitas-komunitas peduli Pemilu.

“Peserta kursus ini akan menjadi mitra KPU Kota Palu dalam menjalankan agenda sosialisasu dan pendidikan pemilih,”kata Agussalim Wahid.

Dia menjelaskan pogram pengembangan komunitas peduli Pemilu dan demokrasi merupakan ikhtiar untuk melahirkan embrio komunitas yang peduli dengan isu-isu pemilu dan demokrasi.

“Mereka inilah yang diharap tumbuh dan berkembang secara mandiri. Kursus singkat ini membangun kompetensi dasar kepemiluan untuk komunitas,”ujarnya.

Kursus singkat kepemiluan menurutnya akan melibatkan kelompok masyarakat dari tujuh segmen pemilih strategis. Yakni kalangan pemilih pemula, tokoh agama,kelompok perempuan, penyandang disabilitas,kelompok marginal, kelompok profesiona dan Pemilih muda.

“Peserta kursus ini yang diharap membentuk kelompok-kelompok komunitas peduli pemilu dilingkungannya masing-masing,”terangnya.

Melalui kursus singkat inipula, pihaknya sambung Agus berharap kesadaran positif terhadap pentingnya Pemilu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bisa kembali. Sehingga kedepan partisipasi pemilih dan kualitas, khususnya Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu (Pilwali) tahun 2020 meningkat dan lebih baik dari sebelumnya.

Tujuan kursus singkat, lanjutnya untuk meningkatkan kualitas proses Pemilu
, meningkatkan partisipasi pemilih, kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.
Kemudian menjadi mitra kerja KPU Kota Palu dalam hal kepemiluan di masyarakat.

Menumbuhkan komunitas-komunitas peduli pemilu ditengah masyarakat dan membangkitkan kesukarelaaan masyarakat sipil dalam agenda Pemilu dan demokratisasi.

Setiap kursus papar Agus, peserta diberi materi terkait prinsip dasar partisipasi dalam pemilu/pemilihan. Prinsip dasar pemilu jujur, adil dan tidak diskriminatif.Lembaga penyelenggara pemilu di Indonesia, tahapan pemilihan, penegakan hukum Pemilu/pemilihan dan publik speaking.

Termasuk fieldtrip, rencana tindak lanjut dan evaluasi penilaian pasca pelatihan.

Peserta kursus juga wajib menaati kode etik saat mengikuti kegiatan yakni
Bersikap independen, imparsial, dan non partisan terhadap peserta pemilu/pemilihan. Tidak melakukan tindak kekerasan,menghormati adat dan budaya setempat, tidak bertindak diskriminatif.

“Peserta juga harus memiliki komitmen untuk membentuk komunitas-komunitas peduli dilingkungannya setelah kegiatan ini,”demikian Agus. (mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.