Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Alumni IAIN Palu Harus Mampu Menjadi Enterpreneurship

0 8

PALU EKSPRES, PALU – Anggapan yang menyebut Alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) hanya bisa menjadi imam dan pembaca doa tampaknya harus diluruskan. Ini menjadi penekanan Direktur PT Citra Nuansa Elok (CNE) M. Sandiri La Anto dalam kegiatan workshop entrepreneurship koperasi mahasiswa (Kopma) Al iqtishad IAIN Palu, Sabtu 30 November 2019.

Memet sapaan akrabnya mencontohkan dirinya. Alumni IAIN yang kini dipercaya Pemkot Palu menduduki jabatan tertinggi di perusahaan untuk memanagemen Mall Tatura Palu.

Menurutnya dasar tentang pengetahuan enterpreneur ia peroleh ketika mendirikan Kopma IAIN pada tahun 1992 silam. Menjadi pimpinan di PT CNE kata dia adalah bagian dari enterpreneur. Meski demikian prestasi ini jelasnya tidak serta merta ia raih setelah menamatkan kuliah. Banyak usaha telah dijalani. Mulai dari usaha fotocopy, kontraktor hingga terjun dalam dunia politik.

“Kita harus buang anggapan bahwa alumni IAIN itu hanya bisa jadi imam atau tukang baca doa. Kita tunjukkan bahwa kita juga mampu menjadi enterpreneurship. Ini semangat yang mendorong saya mendirikan Pokma kala itu,”kata Memet memotivasi. Memet menjelaskan, Pokma IAIN kini lebih maju ketimbang saat dirinya pertama kali mendirikan dan mengelolah. Kemajuan teknologi yang berkembang demikian cepat kata dia adalah peluang sekaligus tantangan bagi generasi milenial khususnya mahasiswa yang bergabung dalam Pokma IAIN ini.

Milenial harus mampu mengimbangi hal tersebut. Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia adalah salahsatu upaya untuk hal ini. Dengan kecepatan itu generasi melinial pun harus mampu melihat jauh kedepan akan peluang peluang yang muncul dalam melakukan wirausaha. Bukan tidak mungkin kata dia, kedepan IAIN Palu dimasa mendatang menjadi kampus tempat lahirnya pelaku enterpreneur hang handal.
“Kecepatan teknologi ini adalah peluang. Disitulah kemampuan harus diasah. Bagaimana memanfaatkan peluang itu,”ujarnya.

Memetpun berpendapat, saat ini pemerintah harus mendahulukan kepentingan pendidikan agar SDM generasi akan datang siap dengan segala peluang dan keterbukaan dimasa mendatang.
“Pembangunan fisik dan infrastruktur saat ini harus sedikit direm. Tingkatkan pendidikan. Karena inilah pemain utama untuk mengimbangi zaman yang demikian canggih ini,”jelasnya lagi.
Dalam kesempatan itu, Memet menaruh harapan besar kepada mahasiswa IAIN Palu meningkatakan kualitas diri dalam berbagai wawasan.  Kini mahasiswa harus mampu bersaing gagasan. Misalnya menyamapikan saran, kritik dan gagasan melalui tulisan tulisan kontruktif.
“Tanpa demo sebenarnya kita bisa mengkritik pemerintah,”sarannya. Kepada pengurus Pokma, Memet mengajak  agar dapat melaksanakan kegiatan usaha yang lebih terukur. Sebab generasi saat ini lebih tangguh dari sebelumnya. Semua karena dukungan kecepatan informasi yang selalu menyajikan hal-hal baru. “Sebagai alumni saya bangga akan kemajuan Pokma IAIN ini. Kini Pokma bahkan bisa menggelar workshop dan pameran-pameran olahan mahasiswa,”pungkasnya.  (mdi/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.