Bacaan Utama Masyarakat Sulteng

Tenaga Kesejahteraan Sosial Minta Nasib Mereka Diperhatikan

0 157

PALU EKSPRES, PARIGI– Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Parigi Moutong meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk memperhatikan nasib mereka, dengan memberikan insentif demi kesejahteraan hidup mereka.

Pasalnya, sejak beberapa tahun terakhir Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong tak pernah memberikan taliasih sebagai wujud kepedulian terhadap 23 tenaga sukarela tersebut.
Sementara sesuai Peraturan Menteri Sosial Nomor 11 Tahun 2012, daerah wajib menganggarkan bagi TKSK yang berada di daerah. Sebab penanganan yang dilakukan ada sebanyak 26 persoalan sosial.

Menurut salah satu TKSK yang enggan namanya dikorankan, bahwa pemberian tali asih oleh para TKSK merupakan tali asih yang berasal dari  Pemerintah Provinsi Sulteng. Selain itu, insentif juga diberikan oleh pihak Kemensos.
“Sebelumnya kami menerima satu bulannya Rp 200 ribu perbulan kemudian beberapa kali naik Rp 50 ribu hingga menjadi Rp 500 ribu hingga saat ini, dan diterima per triwulan,” ungkap sumber.
Sumber mengatakan, berbeda dengan Kabupaten lain TKSK diberikan penghargaan berupa dana insentif Rp 1 juta setiap bulannya oleh pemerintah kebupaten.
“Jika dibandingkan dengan Pemkab Parimo yang tidak pernah memberikan insentif dengan nilai  seperti itu,” keluhnya, 

Menurutnya, bagaiamana bisa mensejahterakan masyarakat, tenaganya saja tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah. Diakuinya, bahwa menjadi TKSK merupakan sukarela dari setiap orang yang ingin masuk sebagai tenaga bantuan Dinas Sosial
“Meskipun TKSK merupakan sukarela, tetapi pemerintah juga harus memberikan perhatian pula kepada kami dilapangan, agar penanganan kemiskinan dapat teratasi,” harapnya.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Parimo, Wawan Setiawan, dari Fraksi Bintang Indonesia dikonfirmasi wartawan. Rabu, 27 November 2019 mengaku, telah memperjuangkan terkait tali asih atau insentif bagi para TKSK, melalui APBD 2020.
Dia mengatakan, saat ini tinggal menunggu pengesahan setelah adanya asistensi yang dilakukan di Provinsi.
“Saya sudah mengupayakan dalam pembahasan APBD, agar TKSK mendapatkan dana tahun ini kita berharap dapat direalisasikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai mantan TKSK dirinya, mengetahui betul pekerjaan yang dilakukan oleh TKSK saat ini di lapangan.

Olehnya, diharapkan melalui perjuangan yang dilakukan ini akan terealisasi dan hal itu diyakininya dapat teranggarkan. Sebab, beberapa komisi telah menyetujui hal tersebut. (asw/palu ekspres)

Tinggalkan balasan

Email tidak akan dipublikasikan.